Jumat, Juni 5, 2026
BerandaHUKRIMWarga Gresik Laporkan Dugaan Penebangan Liar Pohon Asem Keramat yang Terkait Leluhur...

Warga Gresik Laporkan Dugaan Penebangan Liar Pohon Asem Keramat yang Terkait Leluhur Desa

(Doc-Tirtoid)

 

Gresik, bukaberita.co.id – Warga Desa Petisbenem, Kecamatan Duduksampeyan, Kabupaten Gresik, melaporkan dugaan penebangan liar yang terjadi di kawasan telaga desa. Penebangan tersebut memicu kemarahan warga karena salah satu pohon yang ditebang merupakan pohon asem yang selama ini dianggap memiliki nilai sejarah dan keterkaitan dengan leluhur desa.

 

Peristiwa itu diketahui warga saat aktivitas penebangan masih berlangsung. Selain pohon asem yang dianggap sakral, sejumlah pohon lain di sekitar lokasi juga dilaporkan ikut ditebang tanpa izin.

 

Pemuda setempat, Ahsin, mengatakan pohon asem tersebut telah berusia tua dan selama ini menjadi bagian dari tradisi masyarakat dalam memperingati haul leluhur desa.

 

“Kejadiannya sekitar dua pekan lalu, warga memergoki aktivitas penebangan pohon asem yang selama ini dianggap warga sakral. Pohon itu sekarang sudah roboh. Ada 11 pohon trembesi juga ikut ditebang,” kata Ahsin, Kamis 4 Juni 2026.

 

Menurutnya, warga sempat mengamankan seorang pria yang diduga terlibat dalam aktivitas penebangan tersebut sebelum kasus itu dilaporkan kepada pihak berwenang.

 

Ahsin menjelaskan, pohon asem tersebut memiliki nilai historis yang kuat bagi masyarakat Desa Petisbenem. Setiap tahun, warga rutin menggelar doa bersama di area sekitar pohon sebagai bagian dari rangkaian haul Mbah Buyut Pupon yang dipercaya sebagai leluhur desa.

 

Berdasarkan cerita yang diwariskan para sesepuh, pohon asem itu dahulu menjadi lokasi penyimpanan benda-benda pusaka milik leluhur desa.

 

Tak hanya digunakan dalam kegiatan haul, kawasan sekitar pohon juga kerap menjadi lokasi berbagai tradisi masyarakat, mulai dari walimatul ursy, doa bersama, hingga sedekah bumi.

 

“Setiap tahun ada kegiatan pamit di area pohon asem itu sebelum warga menggelar haul Buyut Pupon (buyut desa). Sejarahnya buyut desa dulu meletakkan benda-benda pusaka di area pohon asem itu,” tuturnya.

 

Warga berharap aparat penegak hukum dapat mengusut dugaan penebangan liar tersebut karena dinilai tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga menghilangkan bagian penting dari sejarah dan tradisi masyarakat setempat.

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments