Rabu, Mei 13, 2026
BerandaHUKRIMDari Setoran ke Preman hingga Giliran Jaga, Ini Fakta Perlintasan Bekasi Timur

Dari Setoran ke Preman hingga Giliran Jaga, Ini Fakta Perlintasan Bekasi Timur

(Doc-nixnews)

Bekasi, bukaberita.co.id – Pasca insiden tabrakan yang melibatkan taksi dan KRL di Stasiun Bekasi Timur, kondisi perlintasan sebidang di kawasan Bulak Kapal menjadi sorotan. Minimnya fasilitas keselamatan, seperti palang pintu otomatis, dinilai menjadi salah satu faktor kerawanan di lokasi tersebut.

Di perlintasan Jalan Ampera, arus kendaraan terlihat padat dengan antrean panjang. Pengaturan lalu lintas di titik ini masih mengandalkan warga yang berjaga secara sukarela dan bergiliran.

Jumlah penjaga mencapai lebih dari sepuluh orang yang tersebar di beberapa titik. Mereka bekerja berdasarkan pembagian wilayah yang dikuasai kelompok berbeda.

“Kita nyetor ke orang yang pegang wilayah sini. Yang sebelah sini beda lagi. Kalau rel, orang-orang sininya. Kita dapat gocap satu jam. Nah, Rp10 ribu itu disetor. Setornya 5 hari sekali, dirapel, jadi Rp50 ribu pas nyetor,” ujar Budi.

Meski terdapat pos ormas Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu Jaya (GRIB Jaya) di sekitar lokasi, warga menegaskan bahwa aktivitas penjagaan tidak berkaitan dengan organisasi tersebut. “Ini semua relawan aja. Enggak ada (setoran), ke sana (GRIB Jaya),” katanya.

Pernyataan serupa disampaikan Udin yang menyebut penjagaan dilakukan secara turun-temurun oleh warga setempat.

“Enggak ada ormas di sini. Ini orang sini semua. Turun- temuruan aja kita,” ujarnya. Dalam praktiknya, penjagaan dilakukan dengan sistem giliran per jam. Pendapatan yang diperoleh kemudian dibagi antara penjaga yang bertugas.

“Setiap 1 jam, misalnya, 2 orang yang jaga… Dapet Rp50 ribu, dibagi dua jadi masing-masing Rp25 ribu,” kata Juanda.

Ocan, yang telah puluhan tahun menjaga perlintasan, menyebut sistem tersebut berjalan tanpa aturan formal maupun penghasilan tetap.

“Enggak ada (setoran). Namanya sukarela aja, kan enggak ada yang gaji,” ujarnya.

Sementara itu, di lokasi kecelakaan, kondisi sudah berbeda. Perlintasan kini dijaga oleh petugas resmi dan dilengkapi palang pintu besi, meskipun masih dioperasikan secara manual oleh petugas di lapangan.

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments