Rabu, Mei 13, 2026
BerandaHUKRIMKorban Ungkap Modus Pendiri Ponpes Ndholo Kusumo dalam Pencabulan, Diduga Gunakan Dalih...

Korban Ungkap Modus Pendiri Ponpes Ndholo Kusumo dalam Pencabulan, Diduga Gunakan Dalih Pengobatan

(Doc-nixnews)

Pati, bukaberita.co.id – Salah satu korban dugaan pencabulan oleh pendiri Pondok Pesantren Ndholo Kusumo di Pati, Jawa Tengah, mengungkap modus yang diduga digunakan tersangka AS (51) untuk melancarkan aksinya terhadap para santri. Dalam konferensi pers bersama tim kuasa hukum korban dan Hotman Paris Hutapea, pendamping korban dari Tim Hotman 911, Dewi Intan, menyebut tersangka merayu korban dengan dalih pengobatan spiritual.

“Waktu awal mereka, dia merayu mereka dengan bilang bahwa hal ini bisa melunturkan semua penyakit yang ada di dalam badan kamu,” ujar Dewi, Kamis (7/5).

Menurut Dewi, tersangka mengaitkan praktik tersebut dengan upaya penyembuhan berbagai penyakit. “Yaitu, dengan berhubungan seperti itu Pak. Iya. Menghilangkan semua penyakit, penyakit hati, penyakit segala macam yang ada di dalam tubuh dia,” jelas Dewi.

Ia juga mengungkapkan korban diduga mengalami intimidasi apabila menolak permintaan tersangka. “Lalu kalau misalnya mereka menolak, itu biasanya juga sesekali dilakukan kekerasan dengan memukul kepala,” kata Dewi.

“Dan kalau menolak, diganti lagi dengan santri lain, seperti itu terus bergilir sampai bertahun-tahun,” imbuhnya. Menanggapi pengakuan tersebut, Hotman menilai terdapat pola manipulasi psikologis terhadap korban yang dilakukan tersangka.

“Jadi dianggap hubungan itu obat mujarab, membersihkan diri begitu ya. Kalau menolak dipukul kepalanya,” kata Hotman. Sementara itu, seorang mantan pekerja pondok pesantren berinisial S mengatakan tersangka selama ini dipercaya sebagai sosok suci oleh para pengikutnya.

“Karena setiap orang yang dekat dengan si pelaku itu merasa seolah-olah dia itu dekat dengan Allah. Jadi selama saya dekat sama dia itu di hati ini mengeluarkan, ‘Allah, Allah, Allah, Allah, Allah,” ujar S.

Ia mengaku mulai meragukan sosok tersangka sejak tahun 2018 setelah tidak lagi bekerja di pondok pesantren tersebut. S juga mengungkapkan bahwa pada 2008 masyarakat sempat melakukan aksi demonstrasi terhadap AS terkait dugaan kasus serupa.

“Katanya ada yang hamil sampai digugurkan,” ujarnya. Anggota Tim Hotman 911, Pangeran Reza, mengatakan hingga kini masih banyak pihak di sekitar pondok pesantren yang mempercayai tersangka dan menganggap kasus tersebut sebagai fitnah.

“Pengikutnya tuh masih luar biasa di sekitar pesantren itu. Jadi luar biasa yang masih percaya bahwa ini semua itu bohong, semua ini fitnah dan rekayasa. Jadi pengikutnya sampai sekarang masih banyak,” kata Reza.

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments