(Doc-Istimewa)
Grobogan, bukaberita.co.id – Kecelakaan maut antara mobil Toyota Avanza dan KA Argo Bromo Anggrek di Kecamatan Pulokulon, Grobogan, masih dalam penyelidikan polisi. Insiden tersebut mengakibatkan empat orang meninggal dunia dan lima lainnya mengalami luka-luka.
Polisi telah meminta keterangan awal dari sopir berinisial K (50), namun pemeriksaan belum dilakukan secara mendalam karena yang bersangkutan tengah berduka setelah kehilangan anaknya dalam kejadian tersebut.
“Mohon maaf, untuk pengemudi sementara baru berduka cita karena anaknya meninggal dunia juga. Sementara kita bisa minta keterangan dari pengemudi dan menjelaskan saat itu mesin tidak mati,” kata Eko.
Dari hasil olah TKP, diketahui posisi kendaraan saat tertabrak hanya sebagian kecil berada di atas rel, tepatnya pada roda depan. Sopir mengaku tetap melintas karena melihat kendaraan lain di depannya berhasil melewati perlintasan tanpa hambatan.
“Pengemudi menjelaskan kendaraan di depan yang melintas aman, tidak ada kereta api sehingga dia melintas. Saat melintas tiba-tiba baru melangkah ban depannya itu baru masuk ke rel yang sebelah selatan itu langsung ditabrak kereta,” tutur Eko.
Selain itu, kondisi cuaca berkabut membuat jarak pandang sangat terbatas, yakni sekitar 10 meter. “Pandangan benar-benar terbatas karena adanya kabut, hanya 10 meter. Tadi (informasi mati mesin) itu hanya laporan sementara, karena untuk posisi yang di atas rel itu hanya ban depannya saja,” ujar Eko.
Polisi juga memastikan lokasi kejadian berada di Desa Sidorejo setelah sebelumnya sempat disebut berada di Desa Tuko. “Relnya itu yang sebelah selatan masuk Desa Sidorejo, rel yang sebelah utara itu masuk Desa Tuko. Jadi kejadiannya itu pertama kali kita menyebutkan adalah Tuko, tetapi setelah kita bertanya-tanya, melaksanakan olah TKP hari ini, TKP ini berada di desa si Sidorejo Kecamatan Pulokulon,” jelas Eko. Penyelidikan lebih lanjut masih dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan tersebut.
