(Doc-Istimewa)
Jakarta, bukaberita.co.id – Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri mengamankan 320 warga negara asing (WNA) dan 1 warga negara Indonesia (WNI) dalam pengungkapan kasus sindikat judi online internasional yang beroperasi di kawasan perkantoran Hayam Wuruk, Jakarta Barat.
Dari ratusan orang yang diamankan tersebut, sebanyak 275 orang telah ditetapkan sebagai tersangka. Para WNA yang ditangkap berasal dari sejumlah negara, yakni 228 warga Vietnam, 57 warga China, 13 warga Myanmar, 11 warga Laos, 5 warga Thailand, 3 warga Malaysia, serta 3 warga Kamboja.
Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Pol Wira mengatakan, para pelaku memiliki tugas berbeda dalam menjalankan aktivitas judi online tersebut.
“Perannya macam-macam, ada yang telemarketing, ada customer service, ada juga yang bagian admin ataupun termasuk yang penagihan,” kata Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Pol Wira kepada wartawan di kawasan perkantoran Hayam Wuruk, Jakarta Barat, Minggu (10/5).
Polisi saat ini masih mendalami struktur organisasi jaringan tersebut, termasuk pihak yang diduga menjadi pemilik utama bisnis judi online maupun penyewa gedung tempat operasi berlangsung.
“Masih penelusuran lagi, pendalaman. Kita masih koordinasi baik dengan PPATK maupun stakeholder terkait lainnya,” ujar dia.
Selain itu, penyidik juga tengah melakukan analisis terhadap barang bukti elektronik yang diamankan saat penggerebekan.
“Kita masih melakukan analisis terhadap komputer dan lain sebagainya ataupun device-device lainnya,” ucapnya.
Dalam pengembangan kasus, polisi juga menemukan keterlibatan seorang WNI yang diketahui pernah bekerja di Kamboja sebelum kembali ke Indonesia dan bekerja di lokasi tersebut.
“WNI jadi setelah kita lakukan pemeriksaan kemarin ternyata ada 1 orang WNI, yaitu warga di Jakarta sini, tapi yang bersangkutan adalah mantan ataupun pernah bekerja di Kamboja. Jadi datang ke sini bekerja di sini lagi,” katanya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, WNI tersebut diduga menjalankan tugas sebagai customer service.
“Peran WNI masih akan kita cek kembali tapi yang pasti dia customer service untuk sementara,” jelasnya.
