(Doc-Tirtoid)
Jakarta, bukaberita.co.id – Penyidik Direktorat Reserse Siber Polda Metro Jaya menangkap seorang host siaran langsung media sosial berinisial SR (33) terkait dugaan penyebaran konten pornografi yang melibatkan talent anak di bawah umur. Konten tersebut diketahui disiarkan melalui akun bernama Kamman atau pejuang_dita serta petugas_lcd3.
Kanit 1 Subdit 2 Direktorat Reserse Siber Polda Metro Jaya, Imanuel Sinaga, menjelaskan bahwa tersangka diduga menjalankan siaran langsung bermuatan pornografi dengan tujuan memperoleh gift dari para penonton. Hadiah virtual tersebut biasanya diperoleh setelah host maupun talent menjalani berbagai tantangan selama siaran berlangsung.
“Kemudian yang kalah, rata-rata itu adalah talent-nya, akan mendapatkan semacam challenge hukuman. Contohnya ya lompat bintang sehingga pada saat live streaming tersebut, lompat-lompat-lompat, memunculkan adegan-adegan yang negatif,” ucap Imanuel dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (26/5/2026).
Menurut hasil penyelidikan sementara, tersangka menggunakan talent perempuan yang masih berusia di bawah umur pada setiap siaran langsungnya. Para talent tersebut disebut bergabung tanpa memiliki hubungan perkenalan sebelumnya dengan pelaku. Hingga kini, penyidik mengidentifikasi jumlah talent yang terlibat berkisar dua hingga tiga orang.
Imanuel menyebut tersangka mengaku telah menjalankan aktivitas live streaming tersebut selama sekitar tiga tahun. Keuntungan diperoleh dengan mencairkan gift yang diterima melalui akun dompet digital.
“Biasanya, dalam melaksanakan live streaming ini, para talent maupun host itu selalu menggunakan efek. Efek dalam hal live streaming. Jadi, agak sulit untuk menemukan secara spesifik terhadap orang tersebut, baik itu mulai dari data face recording-nya maupun yang lain-lain,” tutur Imanuel.
Ia menambahkan, pelaku umumnya memahami mekanisme pengawasan yang diterapkan platform live streaming. Karena itu, aksi bermuatan pelanggaran sengaja ditampilkan sangat singkat, hanya dalam hitungan detik, guna menghindari pemblokiran akun oleh platform.
