Aceh, bukaberita.co.id — Pemerintah mulai mempersiapkan pembangunan hunian tetap (huntap) bagi 533 kepala keluarga (KK) korban bencana di Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah. Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menangani pembangunan hunian komunal tersebut.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Aceh Tengah, Khairmansyah, menyebut pembangunan tahap pertama mencakup enam kampung. Keenam wilayah tersebut meliputi Umang, Delung Sekinel, Penarun, Jamat, Kute Reje, dan Reje Payung. Pemerintah menargetkan pekerjaan fisik mulai dalam beberapa hari ke depan.
“Ini huntap yang sifatnya terpadu atau komunal yang dari Kementerian PKP. Sisanya nanti akan kita bangun di 2027, ini yang untuk tahap dua, termasuk yang mandiri. Mandiri in situ ataupun eks situ yang dari BNPB,” kata Khairmansyah, Kamis (22/10/2026).
Kepala Pos Wilayah (Kaposwil) Satgas PRR Aceh, Safrizal, menegaskan bahwa penyediaan tempat tinggal yang aman menjadi prioritas pemerintah dalam pemulihan pascabencana. Pemerintah memahami tantangan yang harus warga hadapi selama proses pemulihan.
“Pemerintah sangat memahami betapa tidak mudahnya bertahan di masa-masa pemulihan setelah bencana. Karena itu, kejelasan dan kepastian hunian bagi warga terdampak di Aceh Tengah adalah prioritas utama kami,” ucap Safrizal.
Safrizal memastikan pemerintah telah mencatat dan mengoordinasikan data warga terdampak. Ia meminta warga yang belum menerima huntap pada tahap pertama agar tetap tenang karena pemerintah merencanakan pembangunan lanjutan.
“Bagi warga yang belum masuk di tahap pertama ini, kami minta untuk tetap tenang dan berkecil hati. Seluruh data sudah tercatat dan terkoordinasi dengan baik,” tuturnya.
Pemerintah merencanakan pembangunan tahap kedua pada 2027 melalui program huntap mandiri bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Program tersebut mencakup pembangunan di lokasi asal warga (in situ) maupun di lokasi berbeda (eks situ).
“Tahap kedua untuk pembangunan huntap mandiri baik in situ maupun eks situ bersama BNPB akan segera dilanjutkan pada 2027. Kami terus mengawal setiap prosesnya agar masyarakat dapat segera kembali menata hidup di hunian yang aman dan layak,” pungkas Safrizal.
Pembangunan huntap ini diharapkan membantu warga terdampak bencana di Kecamatan Linge memperoleh tempat tinggal yang aman dan layak. Pemerintah juga berupaya melanjutkan pemulihan melalui tahapan pembangunan berikutnya pada 2027.