Sabtu, Agustus 22, 2026
BerandaPERISTIWASiswa di Filipina Tembak Temannya, Diduga Terpengaruh Game Roblox

Siswa di Filipina Tembak Temannya, Diduga Terpengaruh Game Roblox

(Doc-Tirtoid)

Filipina, bukaberita.co.id – Aksi penembakan terjadi di sebuah sekolah menengah pertama di bawah naungan Universitas Ateneo Zamboanga, Kota Zamboanga, Filipina, Selasa (18/8/2026). Peristiwa tersebut menyebabkan seorang siswa kelas 10 tewas.

Aksi tersebut diduga direkam dan disiarkan langsung oleh pelaku melalui Facebook. Dalam rekaman yang beredar, terlihat laras senjata bergerak menyusuri lorong sekolah sebelum diarahkan ke sebuah ruang kelas dan kemudian ditembakkan.

Kepanikan pun terjadi di dalam sekolah. Sejumlah pelajar terlihat berteriak dan berusaha menyelamatkan diri dari lokasi kejadian.

Pihak sekolah membenarkan adanya insiden tersebut dan menyatakan keselamatan para siswa menjadi prioritas. Pihak sekolah juga telah berkoordinasi dengan orang tua dan wali untuk proses penjemputan siswa.

“Keselamatan siswa kami adalah prioritas utama kami. Kami telah berkoordinasi dengan orang tua dan wali untuk menjemput anak-anak mereka dan universitas telah memastikan keselamatan mereka yang tetap berada di kampus,” kata pihak sekolah.

Polisi hingga kini masih mendalami motif penembakan serta identitas pelaku. Berdasarkan informasi awal, pelaku merupakan siswa kelas 9 yang mendatangi ruang kelas korban sebelum melakukan penembakan.

“Sejauh ini, kami mengetahui bahwa pelaku (siswa kelas 9) mendatangi ruang kelas korban. Dia menembak korban, dan setelah itu, dia naik ke lantai lima dan menembak dirinya sendiri,” kata juru bicara kepolisian setempat, Shella Chang.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Filipina Jonvic Remulla menyebut adanya dugaan keterkaitan antara aksi tersebut dengan gim Roblox. Namun, ia menegaskan dugaan itu masih harus dibuktikan melalui pemeriksaan forensik terhadap perangkat elektronik milik pelaku.

“Kita masih harus melakukan pemeriksaan forensik pada perangkat milik pelaku penembakan. Kita masih belum tahu pasti,” kata Remulla, Rabu (19/8).

“Namun sangat yakin bahwa dia terpengaruh oleh permainan Roblox karena cara dia melakukannya. Roblox sendiri bukanlah permainan yang berbahaya. Yang berbahaya adalah grup obrolan di dalamnya. Di situlah radikalisasi terjadi,” tambahnya.

Remulla mengatakan dugaan tersebut turut muncul berdasarkan keterangan saksi yang mengaku pernah melihat pelaku bermain Roblox sebelum insiden terjadi.

Selain Facebook, pelaku disebut menyiarkan aksi tersebut melalui situs web lain. Pihak berwenang kini tengah menyelidiki platform yang digunakan untuk menyiarkan langsung kejadian tersebut.

“Tampaknya anak tersebut sudah diradikalisasi,” ujarnya.

Remulla juga menyebut pelaku sebelumnya dikenal sebagai siswa berprestasi dan tidak pernah tercatat memiliki persoalan perilaku di sekolah.

“Anak itu adalah siswa yang sangat luar biasa. Peringkat pertama di kelasnya, tidak pernah memiliki masalah perilaku. Kami akan memeriksa semua perangkat elektroniknya untuk memastikan fakta-faktanya,” tambahnya.

Penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap motif sebenarnya, termasuk menelusuri aktivitas digital dan perangkat elektronik yang digunakan pelaku sebelum terjadinya penembakan.

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular