(Doc-nixnews)
Jakarta, bukaberita.co.id – Kebijakan pemerintah memangkas tarif Pajak Penghasilan (PPh) Final Royalti bagi penulis menjadi 1,5 persen pada semester II-2026 mendapat sambutan positif dari kalangan pegiat literasi dan penulis Indonesia. Penulis The Naked Traveler, Trinity, menilai langkah tersebut sebagai kemajuan penting dalam perkembangan ekosistem kepenulisan nasional. Ia mengaku merasakan langsung perubahan kebijakan pajak yang dialami penulis selama bertahun-tahun.
“Aku sangat berbahagia dan senang sekali. Aku sudah menulis sejak 2007 dan mengalami masa pajak 15 persen, lalu turun ke 6 persen dengan syarat NPPN yang sulit, dan sekarang jadi 1,5 persen. Ini perubahan yang lumayan besar,” ujarnya.
Pandangan serupa disampaikan penulis sekaligus pegiat literasi, Henry Manampiring. Menurut penulis buku Filosofi Teras itu, insentif pajak yang diberikan pemerintah layak diapresiasi karena menunjukkan adanya perhatian terhadap ekosistem literasi di Indonesia.
“Respons saya tentu senang sekali. Ini adalah satu langkah awal positif dari kepedulian pemerintah atas ekosistem literasi,” ujar Henry saat dihubungi Tirto, Rabu (27/5/2026).
Henry menilai kebijakan tersebut dapat menjadi pijakan awal menuju profesi penulis yang lebih layak secara ekonomi. Selain itu, insentif pajak royalti diyakini berpotensi mendorong lahirnya lebih banyak penulis baru dari dalam negeri.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa penurunan tarif pajak belum menyelesaikan persoalan mendasar yang masih dihadapi para penulis di Indonesia. Salah satu masalah terbesar, kata dia, adalah maraknya praktik pembajakan buku yang masih bebas beredar, baik secara offline maupun online.
“Hal lain yang masih menjadi PR pemerintah adalah pembajakan yang terlalu bebas, baik di toko fisik maupun online. Setiap buku bajakan yang terjual adalah nafkah yang terenggut, tidak hanya dari penulis, tapi ribuan orang yang bekerja di penerbitan, percetakan, toko buku,” urainya.
Senada dengan hal tersebut, Trinity menilai kebijakan pemotongan pajak royalti tidak akan memberi dampak besar apabila pencurian karya oleh jaringan pembajak masih terus terjadi tanpa penegakan hukum yang tegas.
Menurutnya, perlindungan terhadap hak cipta dan pemberantasan pembajakan tetap menjadi pekerjaan rumah besar yang harus ditangani pemerintah agar kesejahteraan penulis benar-benar dapat meningkat.
