Karawang, bukaberita.co.id. – Ketika kemarau datang, sebagian masyarakat, terutama para petani banyak mengeluh ketersediaan air yang sangat minim sebabkan menahan tanam padi.
Dampaknya, sebagian petani menjadi pasif dan tidak produktif.
Namun, kini para petani seperti di wilayah Desa Jatilaksana Kecamatan Pangkalan Kabupaten Karawang mengaku senang.
Pasalnya, pemerintah melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Jawa Barat tengah membuat pembangunan saluran irigasi tersier melalui Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI).
Dengan adanya program tersebut produktivitas pertanian diharapkan meningkat dan kebutuhan air saat musim tanam apalagi kemarau dapat terpenuhi secara lebih optimal.
“Benar pak, kami berharap dengan adanya pembangunan tersebut membuat petani tidak patah semangat lagi ketika hadapi musim kemarau datang, ” tutur Aja (38) petani Desa Jatilaksana. Selasa (14/7).
Aja mengaku bahwa dengan adanya perbaikan saluran air di harapkan ketersediaan air mampu menyeimbangkan kebutuhan.
“Sebelumnya kan air hanya terbuang percuma, harapan kami dengan adanya pembangunan itu mampu menyeimbangkan ketersediaan air, “ungkap Aja.
Sementara diketahui, ketika kemarau datang petani Desa Jatilaksana sangat dilematis dengan kebutuhan ketersediaan air.
” Mudah-mudahan dengan program itu, para petani di desa kami menjadi nyaman dan ketersediaan air dari hulu ke hilir bisa di gunakan maksimal oleh para petani, “Pungkasnya.
Ketua P3A Sumber Bijaksana Desa Jatilaksana Kecamatan Pangkalan Kabupaten Karawang, Karta Wijaya dikutip PPL mengaku apresiasi dengan adanya program tersebut.
” Semoga pembangunan ini bisa menjadi solusi penggunaan air secara bijaksana hingga sampai mengairi persawahan di wilayah kami dengan sebaik-baiknya, “Tutupnya. (Faizal)
