Rabu, Mei 27, 2026
BerandaNASIONALDPRD DKI Tantang Transjakarta Kurangi Ketergantungan Subsidi APBD Rp4,2 Triliun

DPRD DKI Tantang Transjakarta Kurangi Ketergantungan Subsidi APBD Rp4,2 Triliun

(Doc-nixnews)

Jakarta, bukaberita.co.id – Ketua Komisi C DPRD DKI Jakarta, Dimaz Raditya, mendorong PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) untuk menghadirkan inovasi baru guna mengurangi ketergantungan perusahaan terhadap subsidi dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Dalam rapat kerja Komisi C DPRD DKI bersama sejumlah BUMD, Senin (25/5), Dimaz menyoroti besarnya alokasi subsidi yang saat ini diterima Transjakarta.

“Dalam postur APBD kita, subsidi itu memang sangat besar sekarang,” kata Dimaz.

Ia menyebut nilai subsidi yang dikucurkan kepada operator transportasi publik tersebut telah mencapai sekitar Rp4,2 triliun. Karena itu, jajaran direksi diminta menyusun strategi peningkatan pendapatan perusahaan tanpa mengorbankan kualitas layanan kepada masyarakat.

“Saya memberikan tantangan kepada direktur utama Transjakarta untuk menyampaikan ide atau program yang baik untuk mengurangi angka subsidi yang sampai sekarang masih besar,” ujarnya.

Dimaz mengatakan pengurangan ketergantungan subsidi dapat dilakukan melalui penguatan sumber pendapatan baru, terutama dari sektor di luar penjualan tiket atau non-farebox revenue. Menurutnya, upaya tersebut penting agar manfaat layanan tetap terjaga tanpa menambah beban masyarakat.

“Pengurangan subsidi itu harus tanpa mengurangi manfaat kepada masyarakat. Sehingga masyarakat juga tidak terbebani,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Dimaz juga menyinggung kemungkinan penyesuaian tarif layanan Transjakarta. Namun, ia menilai kebijakan tersebut belum tentu tepat diterapkan dalam waktu dekat mengingat kondisi ekonomi masyarakat.

“Kalau tarif dinaikkan sekarang, saya kira mungkin belum tepat (karena kondisi ekonomi masyarakat yang masih perlu menjadi pertimbangan). Hal ini masih perlu dikaji ulang,” jelasnya.

Ia menegaskan kenaikan tarif bukan keputusan yang sudah ditetapkan, melainkan salah satu opsi yang masih terbuka untuk dibahas. “Jadi, bukan hal yang pasti,” terangnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Transjakarta, Welfizon Yuza, mengungkapkan arah kebijakan perusahaan pada 2027 akan difokuskan pada transformasi layanan dan penguatan operasional berbasis digital. “Fokus pada transformasi layanan dan operasional melalui digitalisasi dan penguatan tata kelola perusahaan,” ungkap Welfizon.

Selain digitalisasi, Transjakarta juga berencana mengoptimalkan aset fisik maupun nonfisik sebagai sumber pemasukan tambahan. Sejumlah program disiapkan untuk mendukung strategi tersebut, di antaranya Open Top Tour, Jakarta Sky Fun Run, hingga aktivasi halte-halte ikonik.

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments