Rabu, Mei 13, 2026
BerandaHUKRIMBejad! Pengasuh Ponpes di Pati Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan Santriwati

Bejad! Pengasuh Ponpes di Pati Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan Santriwati

(Doc-nixnews)

Pati, bukaberita.co.id – Kasus dugaan pencabulan yang melibatkan pengasuh Pondok Pesantren Ndholo Kusumo di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, akhirnya memasuki babak baru setelah polisi menetapkan AS sebagai tersangka. Ponpes yang berdiri sejak 2021 di Kecamatan Tlogowungu tersebut memiliki ratusan santri, termasuk 112 santriwati yang diduga menjadi korban.

Perkara ini mencuat sejak 2024 ketika seorang alumni melaporkan kejadian yang dialaminya ke Dinas Sosial. Meski telah dilaporkan ke polisi, proses penanganan sempat mengalami stagnasi selama hampir satu tahun.

“Tahun kemarin 2025, bapaknya datang bertanya perkembangan kasus ini, karena sejak 24 September 2024 kemudian sampai September 2025–setahun–kasusnya belum ada perkembangan,” kata Kepala UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Hartono.

Kemajuan baru terjadi setelah polisi melakukan olah TKP pada akhir April 2026. Kuasa hukum korban, Ali Yusron, menyebut bahwa kasus tersebut berlangsung dalam rentang waktu dua tahun. Dari delapan laporan awal, jumlah korban diperkirakan mencapai puluhan orang, dengan mayoritas masih berusia remaja.

Aksi protes pun digelar warga bersama korban di depan lokasi ponpes pada Sabtu (2/5). Salah satu korban membeberkan modus yang digunakan pelaku untuk memengaruhi para santri.

“Banyak yang mengalami semua, santrinya begitu. Doktrinnya dunia seisinya dari Kanjeng Nabi, tapi terus ditambah orang sendiri, dunia seisinya halal untuk Kanjeng Nabi dan keturunan Kanjeng Nabi. Jadi misalnya istriku dikawin keturunan Kanjeng Nabi, ya halal. Itu doktrinnya,” kata korban usai demo.

Korban disebut berada dalam tekanan dan ancaman, sehingga tidak berani menolak perlakuan pelaku. Mereka juga diminta untuk tunduk demi mendapatkan pengakuan dari pengasuh.

Latar belakang ekonomi menjadi faktor kerentanan, karena sebagian besar santri berasal dari keluarga tidak mampu dan yatim piatu yang menggantungkan pendidikan gratis di ponpes tersebut. Penyelidikan masih terus berlangsung untuk mengungkap seluruh fakta dan kemungkinan adanya korban lain.

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments