Minggu, Juni 7, 2026
BerandaHUKRIMTragis! Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok 4 Orang Gara-Gara Hilangkan Sandal Crocs

Tragis! Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok 4 Orang Gara-Gara Hilangkan Sandal Crocs

(Doc-Tirtoid)

Surabaya, bukaberita.co.id — Empat remaja berinisial CJF, AAY, KVRL, dan RU kini harus berurusan dengan hukum setelah Polrestabes Surabaya menangkapnya. Penangkapan ini mendapat konfirmasi langsung oleh Kasi Humas Polrestabes Surabaya, AKP Hadi Ismanto, pada Jumat (5/6/2026).
“Ya benar sudah kita amankan 4 orang,” kata Kasi Humas Polrestabes Surabaya, AKP Hadi Ismanto, Jumat (5/6/2026).
Keempatnya polisi amankan pasca-tewasnya TMK (19) pada Kamis (4/6/2026). Korban mengembuskan napas terakhirnya setelah menjadi korban pengeroyokan di kawasan Jalan Manukan Yoso II, Surabaya, pada Sabtu (30/5/2026) silam. Terkait detail peristiwa berdarah tersebut, Kanit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya, AKP Raditya Herlambang, menyatakan pihaknya masih melakukan pendalaman dan belum bisa memberikan keterangan secara rinci.
Di sisi lain, Hana Novia Kristiani (32) selaku kakak kandung korban membeberkan bahwa tragedi ini berakar dari perselisihan terkait sandal Crocs milik pelaku yang hilang pada pertengahan Mei 2026. Awalnya korban meminjam sandal itu karena sepatunya basah. Namun sandal tersebut hilang saat korban bawa pulang. Walau korban sempat membelikan sandal baru sebagai pengganti, pelaku mendadak protes karena mengklaim harga sandal lamanya mencapai Rp1,5 juta, jauh di atas harga sandal baru yang berkisar Rp200 ribu-Rp300 ribu.
“Lalu adik saya minta info ke saya bahwa si pelaku meminta ganti rugi. Saya sudah kasih uang ke adik saya terkait ganti rugi tersebut dan juga adik saya sudah mengembalikan dengan sandal yang baru. Pelaku awalnya juga WA saya, menyatakan bahwa menerima sandal baru. Jadi saya menganggap tidak ada utang piutang,” ujarnya.
Pelaku yang tidak puas dengan nilai ganti rugi tanpa bukti pembelian itu diduga langsung merencanakan aksi pengeroyokan bersama rekan-rekannya. Hana pun mempertanyakan klaim sepihak dari pelaku mengenai harga sandal tersebut.
Menangisi kepergian sang adik yang sebenarnya sudah beritikad baik, Hana kini menaruh harapan besar pada proses hukum yang sedang berjalan di kepolisian. “Karena saya menuntut keadilan untuk adik saya. Dan juga saya berharap kasus ini selesaikan sesuai hukum berlaku,” katanya.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments