(Doc-Wong Gresik)
Pati, bukaberita.co.id – Operasi Tangkap Tangan (OTT) kembali digelar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Senin (19/1/2025) di dua daerah berbeda, yakni Kota Madiun, Jawa Timur, serta Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Dalam OTT yang berlangsung di Kota Madiun, penyidik KPK mengamankan total 15 orang. Dari jumlah tersebut, 9 orang langsung KPK bawa ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.
“Selanjutnya 9 orang di antaranya kita bawa ke Jakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut. Salah satunya Walikota Madiun (Maidi),” ujar Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo dalam keterangan tertulis.
Ia menjelaskan, penyidik juga menyita barang bukti berupa uang tunai bernilai ratusan juta rupiah dalam operasi tersebut. “Peristiwa tertangkap tangan ini terkait dengan fee proyek dan dana CSR di wilayah Kota Madiun,” tuturnya.
Selain di Madiun, KPK juga melakukan OTT di Kabupaten Pati. Namun, hingga saat ini proses penanganan perkara tersebut masih berlangsung sehingga belum dapat mengumumkan seluruh pihak yang terjaring.
“Terkait yang di wilayah Pati saat ini masih berprogres, kita sama-sama tunggu perkembangannya,” ujarnya kepada wartawan.
“Nanti kami akan update perkembangannya, siapa saja yang kami amankan, siapa saja yang kami pemeriksa nanti kami akan sampaikan,” imbuhnya.
“Terkait dengan peristiwa tertangkap tangan di wilayah Pati ini berkaitan dengan perkaranya apa, konstruksinya seperti apa, pihak-pihaknya siapa saja, itu nanti kami akan sampaikan,” tutur Budi.
Meski belum merinci perkara secara menyeluruh, KPK memastikan bahwa Bupati Pati Sudewo termasuk salah satu pihak yang diamankan dalam OTT tersebut. “Benar, salah satu pihak yang kami amankan dalam peristiwa tertangkap tangan di Pati adalah saudara SDW,” jelasnya. (Red).
