(Doc-Tirtoid)
China, bukaberita.co.id — Otoritas China mengerahkan lebih dari 2.000 petugas pemadam kebakaran dan personel tanggap darurat di sepanjang perbatasan utara pada Senin (12/10). Langkah ini bertujuan mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Mongolia memasuki Wilayah Otonom Mongolia Dalam.
Kebakaran tersebut menghanguskan padang rumput di wilayah Mongolia dan mengancam kawasan perbatasan China. Petugas terus melakukan pemadaman siang dan malam dengan menggunakan alat pemadam api tiup portabel.
Api mulai berkobar pada Jumat (9/10) di wilayah Mongolia, dekat Xilingol League, China. Kebakaran itu dilaporkan telah melahap sekitar 5.400 hektare lahan.
Angin kencang dan medan yang sulit membuat kobaran api bergerak menuju perbatasan China. Kondisi tersebut meningkatkan ancaman kebakaran terhadap wilayah Xilingol dan Hinggan League.
Menghadapi situasi itu, otoritas China mengaktifkan status tanggap darurat. Mereka mengerahkan tim pemadam kebakaran khusus bersama petugas setempat untuk berpatroli di sepanjang perbatasan, terutama di titik-titik rawan.
Hingga Minggu (11/10) malam, otoritas melaporkan api belum memasuki wilayah China. Meski demikian, petugas masih melanjutkan operasi pemadaman untuk mengantisipasi pergerakan api.
Otoritas belum merilis laporan resmi mengenai korban jiwa maupun jumlah warga yang harus mengungsi akibat kebakaran tersebut.
