(Doc-Istimewa)
Karawang, bukaberita.co.id – Sebanyak 50 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari tiga kecamatan di Kabupaten Karawang mengikuti kegiatan Pendampingan Materi Mentorship UMKM Tahun 2026. Di mana, tiga kecamatan tersebut yakni Cibuaya, Pedes, dan Tirtajaya.
Di samping itu, acara yang berlangsung di Aula Kecamatan Cibuaya ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas dan daya saing para pelaku usaha lokal. Hal tersebut agar para pelaku usaha lokal lebih siap menghadapi persaingan pasar modern.
Dalam pelatihan ini, para peserta mendapatkan pendampingan intensif yang mencakup empat pilar utama pengembangan bisnis. Empat pilar tersebut, yakni:
- Mindset kewirausahaan dengan membangun mental pengusaha yang tangguh dan adaptif
- Perencanaan bisnis dengan menyusun strategi pertumbuhan usaha secara terstruktur
- Pengelolaan keuangan mengatur arus kas dan pencatatan keuangan yang akuntabel.
- Pemasaran strategis melalui perluasan jangkauan pasar dan promosi.
Anggota DPRD Kabupaten Karawang, Hj. Saidah Anwar, S.H., bersama perwakilan dari Pemerintah Kecamatan Cibuaya turut hadir. Dalam sambutannya, Saidah memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya program pendampingan lintas kecamatan ini. Menurutnya, bantuan modal saja tidak cukup untuk memajukan UMKM.
“Penguatan UMKM tidak cukup hanya dengan memberikan bantuan. Tetapi juga, harus dibarengi dengan pengetahuan, pendampingan, dan peningkatan kapasitas para pelaku usaha,” ujarnya.
Ia menilai, penggabungan peserta dari Kecamatan Cibuaya, Pedes, dan Tirtajaya menjadi momentum strategis bagi para pelaku usaha untuk saling berjejaring. Ia mendorong para peserta agar tidak hanya menyerap teori, tetapi juga aktif mengaplikasikannya dalam operasional bisnis sehari-hari.
“Saya berharap para peserta tidak hanya mendapatkan materi. Tetapi juga, bisa menerapkannya dalam usaha masing-masing. Mulai dari mengelola keuangan, meningkatkan kualitas produk, memperluas pemasaran, sampai membangun jaringan usaha,” tambahnya.
Menutup penyampaiannya, ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, akademisi, pendamping, dan legislatif dalam mendukung kemandirian ekonomi daerah. Ia optimistis, dengan mentalitas pembelajar dan inovasi yang berkelanjutan, UMKM di Kabupaten Karawang dapat terus “naik kelas.”
“UMKM harus terus naik kelas dengan berinovasi dan terus belajar. Seluruh pihak harus terus bersinergi agar pelaku UMKM semakin mandiri, produktif, dan berdaya saing,” pungkasnya.
