(Doc-Tirtoid)
Jakarta, bukaberita.co.id – Skema penyaluran bantuan sosial di Indonesia akan mengalami perubahan dengan fokus pada transfer tunai langsung kepada penerima manfaat. Pemerintah juga tengah mengembangkan sistem Digital Single ID berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk mendukung penyaluran bantuan yang lebih tepat sasaran.
Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Pandjaitan, menyebut rata-rata nilai bantuan yang akan diterima masyarakat mencapai Rp5,4 juta per orang.
“Rata-rata kita kumpulkan semua bansos itu dengan cash transfer dan seterusnya ada Rp5,4 juta per orang,” kata Luhut, Selasa (9/6/2026).
Ia menjelaskan, penggunaan sistem Digital Single ID akan membantu pemerintah mengintegrasikan data penerima bansos sehingga bantuan dapat disalurkan lebih akurat kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Selain itu, penerapan transfer tunai dinilai mampu mengurangi perantara dan potensi kebocoran dalam proses distribusi bantuan barang.
Saat ini, pemerintah masih menguji coba sistem tersebut di 42 kabupaten/kota, termasuk penggunaan teknologi face recognition untuk memverifikasi identitas dan kelayakan penerima manfaat.
Pemerintah berharap sistem baru ini dapat meningkatkan efisiensi, transparansi, dan ketepatan penyaluran bansos di masa mendatang.
