(Doc-Istimewa)
Bekasi, bukaberita.co.id – Dua orang debt collector terpaksa menanggung malu setelah salah sasaran saat hendak menarik satu unit mobil Toyota Fortuner di wilayah Bekasi. Awalnya, kedua penagih utang ini nekat membuntuti targetnya yang seorang ibu rumah tangga sampai ke area perumahan. Mereka bersikeras ingin menyita kendaraan tersebut atas tuduhan adanya tunggakan kredit, meskipun sang pemilik nyata-nyata membeli mobil itu secara tunai.
Setelah dilakukan verifikasi bersama, klaim sepihak dari kedua debt collector tersebut langsung patah. Dokumen penagihan yang mereka bawa ternyata mencantumkan data kendaraan yang berlokasi di Tangerang, sangat kontras dengan posisi rumah pemilik Fortuner yang berada di Bekasi. Tak hanya masalah zonasi alamat, detail mengenai tahun perakitan dan pembelian mobil pun kedapatan berbeda total.
Suasana di lokasi sempat memanas ketika warga meminta pembuktian identitas dan surat tugas resmi dari pihak pembiayaan. Respons mencurigakan ditunjukkan oleh kedua pria itu; satu orang hanya berani memamerkan KTP miliknya dalam hitungan detik, sedangkan satu lainnya mengaku tertinggal.
Mendapati respons yang berbelit-belit, pemilik kendaraan bersama koalisi emak-emak dan warga sekitar langsung melayangkan protes keras di tempat. Menyadari kekeliruan data yang mereka bawa serta kalah jumlah dari kepungan massa, kedua oknum debt collector tersebut akhirnya mengakui kesalahan mereka dan langsung angkat kaki dari lokasi.
