(Doc-nixnews)
Jakarta, bukaberita.co.id – Mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal menyarankan Presiden Prabowo mengurangi perjalanan ke luar negeri.
“Sebagai sahabat lama Bapak, saya mewakili komunitas hubungan internasional dan banyak rakyat Indonesia, mengimbau Presiden Prabowo untuk secara signifikan mengurangi perjalanan ke luar negeri dan tidak menganggap remeh jeritan publik mengenai hal ini,” ujar Dino, Sabtu (30/5).
“Dalam perhitungan kami, dari seluruh pemimpin dunia, Presiden Prabowo telah menjadi kepala negara yang paling sering melakukan perjalanan ke luar negeri. Kunjungan kepala negara ke luar negeri memakan biaya yang besar. Ini termasuk biaya rombongan tim pendahulu, biaya pesawat, biaya hotel, logistik, konsumsi, protokoler dan pengamanan,” imbuhnya.
Dino menyarankan Prabowo lebih mengandalkan panggilan video atau Zoom call untuk berkomunikasi dengan pemimpin dunia.
la mencontohkan Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum yang telah 17 kali menghubungi Presiden AS Donald Trump dan belum sekali pun melakukan pertemuan bilateral. Dino menyebut, Presiden Finlandia Aleksander Stubb pernah meminta waktu bertemu dengan Prabowo saat sidang PBB di New York, tetapi tidak direspons.
Dino menyarankan Istana menerapkan formua 1+8, yaitu melakukan pertemuan dengan 8 kepala negara lain yang hadir dalam suatu forum saat Prabowo menghadiri forum tersebut.
la juga menyarankan kunjungan dapat dilakukan secara profesional dan direncanakan dengan baik. Sebab, ada sejumlah kunjungan yang dilakukan secara spontan, tanpa perencanaan dan tujuan yang jelas.
Selain itu, Pemerintah perlu mengumumkan rencana kunjungan Presiden ke luar negeri 1 bulan sebelumnya atau minimal seminggu sebelum hari-H.
“Saya juga menganjurkan untuk 1 tahun ke depan Presiden lebih banyak menerima tamu negara di Tanah Air ketimbang melakukan perjalanan ke luar negeri,” kata Dino, seraya mencontohkan Presiden China Xi Jinping yang lebih sering menerima tamu negara lain di Beijing.
la menyarankan sebagian besar misi diplomatik yang bersifat taktis dapat ditangani Menlu Sugiono karena akan menghemat biaya. Sebab, perjalanan Menlu hanya didampingi 3 orang staf saja.
