Rabu, Juni 3, 2026
BerandaPERISTIWAKebakaran 81 Kali dalam 11 Hari, UGM Deteksi Gas Hidrogen di Rumah...

Kebakaran 81 Kali dalam 11 Hari, UGM Deteksi Gas Hidrogen di Rumah Warga Sleman

(Doc-nixnews)

Sleman, bukaberita.co.id – Tim peneliti dari Universitas Gadjah Mada (UGM) menemukan adanya lonjakan konsentrasi gas hidrogen saat melakukan observasi lapangan di lokasi kebakaran berulang yang terjadi di sebuah rumah di Margomulyo, Seyegan, Kabupaten Sleman, Senin (1/6/2026). Koordinator Tim Pusat Kajian Pelambatan Entropi Fakultas Teknik UGM, Alva Edy Tontowi, mengatakan peningkatan kadar gas hidrogen terdeteksi terutama di ruangan yang diduga menjadi titik awal munculnya api.

“Kita analisis kenapa kok hidrogennya naik, terutama di ruangan yang tadi (jadi lokasi titik nyala api),” kata Alva.

Menurutnya, konsentrasi gas hidrogen yang terukur berada pada angka yang cukup tinggi sehingga menjadi salah satu fokus penelitian tim. “Gas hidrogen itu 11, 12, 11, 12 ke atas itu kemudian mulai menyala (api),” katanya.

Lokasi dengan konsentrasi gas tertinggi ditemukan di sebuah kamar yang menjadi tempat beberapa kain terbakar. Seluruh data yang telah dikumpulkan dari lapangan akan dianalisis lebih lanjut di laboratorium untuk mengetahui keterkaitannya dengan kebakaran yang terus berulang.

“Dalam bahasa ilmiahnya salah satu terminologinya adalah auto ignition atau spontaneous ignition. Jadi itu dia akan menyala sendiri dalam satu kondisi yang sudah posisinya, sudah stoikiometri barangkali gitu ya. Nah, menyalanya memang di media-media ada media kaus, kalau yang kejadian sebelumnya kan ada media-media yang lain dari plastik, dari yang lain-lain,” ujarnya.

Sementara itu, Guru Besar Ilmu Vulkanologi Fakultas Teknik UGM, Agung Harijoko, menyebut tim peneliti masih mendalami asal-usul gas hidrogen tersebut serta mekanisme pembentukannya. “Kemudian juga kami mengambil sampel air. Sampel air dari sumur,” katanya.

Fenomena kebakaran misterius di rumah tersebut telah terjadi sebanyak 81 kali dalam kurun waktu 11 hari terakhir. Bahkan, api dilaporkan mulai merembet ke bangunan ruko yang berada di sebelah rumah.

Sebagai langkah antisipasi, BPBD Sleman telah menitipkan lima tabung alat pemadam api ringan (APAR) untuk keadaan darurat dan menyiagakan unit pemadam kebakaran di sekitar lokasi. Di sisi lain, tim peneliti dari UPN Veteran Yogyakarta menemukan indikasi bahwa kebakaran juga terjadi di luar bangunan rumah. Temuan tersebut memperkuat dugaan adanya gas metana yang berasal dari bawah permukaan tanah.

Pihak UPN berencana melakukan pemetaan lapisan batuan bawah tanah yang diduga menjadi jalur keluarnya gas metana. Sebelumnya, tim peneliti menemukan singkapan batuan yang tergenang air dan menunjukkan adanya gelembung gas pada jarak sekitar 300 meter dari lokasi rumah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kebakaran alami juga pernah terjadi di sekitar singkapan batuan tersebut sekitar satu setengah tahun lalu. Selain itu, seorang pekerja yang menggali sumur di kawasan itu sempat mencium bau gas sehingga aktivitas penggalian dihentikan. Hingga kini, penyebab pasti kebakaran berulang tersebut masih dalam proses penelitian oleh tim gabungan dari berbagai perguruan tinggi dan instansi terkait.

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments