(Doc-Tirtoid)
Jakarta, bukaberita.co.id – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menyatakan pembangunan jaringan minimarket seperti Alfamart dan Indomaret seharusnya dihentikan apabila Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih telah berjalan optimal. Pernyataan tersebut disampaikan Yandri saat menghadiri rapat bersama Komisi V DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (12/11/2025).
Menurut Yandri, keberadaan minimarket modern dinilai sudah terlalu masif dan berpotensi menjadi ancaman bagi keberlangsungan Koperasi Desa Merah Putih. “Kalau Kopdes itu sudah berjalan, sejatinya Alfamart dan Indomaret setop,” ujar Mendes PDT Yandri Susanto, Rabu (12/11/2025).
Kendati demikian, keberadaan Kopdes Merah Putih belakangan menuai sorotan dari berbagai kalangan. Sejumlah pihak menilai implementasi koperasi tersebut mulai bergeser dari konsep awal yang sebelumnya dirancang untuk memperkuat ekonomi desa.
Pada konsep awalnya, Kopdes Merah Putih diproyeksikan menjadi wadah pemasaran produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal, menyerap hasil pertanian warga, serta berfungsi sebagai pusat distribusi barang subsidi seperti beras, minyak goreng, dan gas elpiji.
Selain itu, koperasi desa juga dirancang untuk mendukung pasokan bahan baku bagi program MBG. Namun dalam pelaksanaannya, sebagian barang yang dijual di sejumlah Kopdes disebut memiliki kemiripan dengan produk yang selama ini dijual di minimarket modern maupun warung tradisional.
Kondisi tersebut memunculkan pandangan bahwa operasional Kopdes di lapangan dinilai belum sepenuhnya sejalan dengan tujuan awal pembentukannya sebagai penggerak ekonomi berbasis potensi lokal desa.
