Jumat, April 24, 2026
BerandaHUKRIMHeboh! Peserta UTBK Universitas Diponegoro Gunakan Alat Tersembunyi di Telinga

Heboh! Peserta UTBK Universitas Diponegoro Gunakan Alat Tersembunyi di Telinga

(Doc-nixnews)

Jakarta, bukaberita.co.id – Kasus kecurangan terjadi pada pelaksanaan UTBK-SNBT hari pertama di Universitas Diponegoro. Seorang peserta kedapatan membawa perangkat mencurigakan yang diduga digunakan untuk membantu pengerjaan ujian. Wakil Rektor I Undip, Heru Susanto, menjelaskan bahwa pelanggaran tersebut terungkap setelah peserta terdeteksi oleh metal detector saat pemeriksaan awal.

“Kecurangan kami deteksi pagi ini. Terdapat salah satu peserta terdeteksi oleh metal detector dan setelah diperiksa ternyata terdapat logam di dalam bajunya,” ujar Heru, Selasa (21/4).

Pemeriksaan lebih lanjut mengungkap adanya material logam di kedua telinga peserta. Untuk memastikan kondisi tersebut, peserta kemudian diperiksa di Rumah Sakit Nasional Diponegoro.

“Hasilnya, di kedua telinga kanan dan kiri ditemukan material logam yang kami duga untuk membantu pengerjaan UTBK oleh pihak luar,” jelasnya.

Kasus ini kemudian ditangani oleh Polsek Tembalang. Kapolsek Tembalang, Kristiyastuti Handayani, menyebut adanya dugaan penipuan dalam peristiwa tersebut.

“Ketemunya di hotel di Semarang waktu dia sedang menginap. Tapi orang yang ngasih alat itu (wajahnya) tertutup semua. Jadi dia tidak tahu mukanya juga, yang ngasih itu perempuan,” ucap Kristiyastuti, Rabu (22/4).

“Katanya disuruh langsung pakai (tanpa dijelaskan cara kerjanya). Tapi nggak ada speakernya. Kalau handsfree kan harusnya ada speaker supaya bisa komunikasi. Ini cuma kabel mikrofon di telinga, tapi tidak ada speaker,” terangnya.

“Mungkin pemikiran kita, dia juga ditipu. Bisa jadi diiming-imingi bisa membantu saat ujian, tapi ternyata alatnya tidak berfungsi. Terus cara kerjanya gimana? Kemungkinan dia juga menjadi korban penipuan, karena alatnya memang tidak berfungsi (karena perangkat tersebut berupa kabel mikrofon tanpa speaker dan tidak terhubung ke perangkat apa pun),” imbuhnya.

Setelah proses pemeriksaan, peserta tersebut tidak ditahan dan hanya diminta membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya.

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments