(Doc-nixnews)
Jakarta, bukaberita.co.id – Kecelakaan melibatkan dua bus Transjakarta terjadi di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Kamis (3/9) sekitar pukul 09.18 WIB. Video yang memperlihatkan salah satu bus mengalami kerusakan setelah menabrak bus di depannya kemudian viral di media sosial.
Kadepo Pool Cijantung MYS, Dadan Sutaprana, mengungkapkan pramudi bus yang menabrak kendaraan di depannya mengantuk saat mengemudi. Kondisi tersebut terjadi setelah pramudi berjaga hingga larut di rumah duka karena salah satu anggota keluarganya meninggal dunia.
“Kemudian, dia mengantuk itu karena ada budenya atau apanya yang meninggal, jadi dia mungkin nungguin di rumah duka sampai kurang tidur (karena begadang). Budenya (yang meninggal) kalau enggak salah,” tutur dia kepada Kompas.com.
Menurut Dadan, pramudi sebenarnya dapat meminta pengganti jika kondisi fisiknya tidak memungkinkan untuk mengemudikan bus. Ia menyayangkan pramudi tidak menyampaikan kondisi sebenarnya sebelum menjalankan tugas.
“Padahal, kalau dia jujur bilang ke saya atau dia sebut bahwa dia enggak kuat bawa unit, enggak kuat untuk operasi, jangan memaksakan. Kan ada sopir pengganti, pramudi pengganti,” ucapnya.
Dadan mengatakan pramudi tersebut akhirnya menabrak bus yang berada di depannya karena tetap menjalankan tugas dalam kondisi mengantuk.
“Karena enggak jadi (diganti), dia nabrak yang di depannya karena memang betul dia ngantuk. Itu aja,” sambungnya.
Ia menjelaskan, pramudi hanya menyampaikan izin kepada atasannya melalui pesan WhatsApp terkait anggota keluarganya yang meninggal dunia. Menurut Dadan, izin karena urusan keluarga berbeda dengan laporan mengenai kondisi fisik yang tidak memungkinkan untuk bekerja.
“Ya saya pikir antara izin dengan ngantuk itu … 2 hal yang berbeda. Kalau izin berarti kan harus ke saya, harus ke pelaksana operasi. Memang betul, tapi by WA ke pelaksana operasi,” tuturnya.
Dadan menegaskan, pihaknya tidak akan memaksakan pramudi bekerja apabila yang bersangkutan menyampaikan kondisi tubuhnya secara jujur.
“Kalau dia jujur ‘kurang tidur’, saya ngantuk, belum sempat istirahat full’, saya juga enggak maksain dia kerja, gitu loh,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Departemen Humas dan CSR PT Transjakarta Ayu Wardhani memastikan kecelakaan tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka. Petugas juga langsung mengevakuasi seluruh pelanggan menuju Halte Tegal Parang.
“Fokus utama kami adalah keselamatan dan keamanan pelanggan dan petugas. Dipastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian ini, dan para pelanggan telah dievakuasi dengan aman ke Halte Tegal Parang,” kata Ayu kepada Kompas.com, Kamis.
Insiden tersebut melibatkan dua bus operator Mayasari Bakti, yakni MYS 17021 yang melayani Koridor 9 dan MYS 18190 pada Rute 9A. Transjakarta menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut dan kembali menegaskan komitmennya terhadap keselamatan pelanggan.
“Transjakarta berkomitmen penuh untuk mengutamakan keamanan serta keselamatan pelanggan,” ucapnya.
Ayu menambahkan, Transjakarta masih menyelidiki insiden kecelakaan tersebut untuk mengetahui rangkaian kejadian secara lebih lengkap.
