Minggu, Agustus 2, 2026
BerandaPERISTIWADiduga Jadi Korban Perundungan, Siswi MTs di Pati Alami Luka Serius dan...

Diduga Jadi Korban Perundungan, Siswi MTs di Pati Alami Luka Serius dan Dua Jari Putus

(Doc-Istimewa)

Pati, bukaberita.co.id – Polisi mulai mendalami insiden yang menimpa seorang siswi kelas VII Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati. Siswi berinisial A itu mengalami cedera serius hingga kehilangan dua jari tangan kirinya.
Kasus tersebut mencuat setelah sebuah video yang memperlihatkan kondisi korban saat menjalani perawatan beredar di media sosial. Dalam video itu, A menceritakan kronologi kejadian yang menurutnya berlangsung di lingkungan sekolah pada Senin (27/6).
“Saya mau ke kelas, lari. Lha malah ada 3 orang (kakak kelas) mau ke kamar mandi. Terus aku mau ke kelas gak bisa terus aku naik pagar. Terus naik pagar kejar amu. Sampai atas pagar, aku mau turun, mereka pukuli aku. Pas mau turun kan kepalaku pusing, terus aku terjengkang dan pingsan. Pas bangun, jariku patah dua,” jelas korban, Sabtu (1/8).
Cerita korban tersebut kemudian memunculkan dugaan bahwa kakak kelas melakukan perundungan terhadap A. Namun, pihak sekolah memiliki penjelasan berbeda mengenai peristiwa tersebut.
Kepala MTs, Safi’i, menyebut siswa hanya bermain di sekitar pagar sekolah sebelum insiden terjadi. Ia juga memastikan pihak sekolah tidak menemukan unsur kesengajaan maupun perundungan dalam kejadian tersebut.
“Menyatakan bahwa kejadian yang ada, betulnya adalah murni dari insiden atau kecelakaan. Tidak ada unsur kesengajaan atau pem-bully-an,” tegas Safi’i saat ditemui, Sabtu (1/8).
Menurut Safi’i, para siswa kembali menuju kelas setelah mengikuti salat Zuhur. Saat itu, sejumlah siswa bermain di area pagar hingga terjadi insiden yang membuat tangan A terjepit.
“Habis salat zuhur, anak-anak masuk ke kelas. Terus ada anak- anak main, terjadilah itu ada yang main naik pagar terus tangannya kecepet (terjepit) gitu. Naiknya dari utara, jatuhnya berada di selatan pagar,” katanya.
Safi’i mengatakan pihak sekolah langsung memberikan pertolongan setelah mengetahui kejadian tersebut. Ia bersama seorang guru bernama Pak Arif kemudian membawa A ke Rumah Sakit Keluarga Sehat Hospital (KSH). Pihak sekolah juga segera menghubungi ibu korban.
Meski demikian, Safi’i mengaku tidak mengetahui sejak awal bahwa insiden tersebut menyebabkan dua jari tangan korban putus. Di sisi lain, polisi tidak serta-merta menyimpulkan penyebab kejadian tersebut. Satuan Reserse Kriminal Polresta Pati kini memeriksa kasus itu untuk mengetahui fakta sebenarnya.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments