(Doc-Istimewa)
Karawang, bukaberita.co.id – Dinas Perhubungan Karawang menggunakan sistem lampu lalu lintas berbasis teknologi untuk mengatur pergerakan kendaraan di sejumlah persimpangan. Kasi Perawatan dan Operasional Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Perhubyngan Karawang Irfan menjelaskan, sistem tersebut mampu menyesuaikan durasi lampu lalu lintas berdasarkan kepadatan kendaraan. Namun, Dinas Perhubyngan masih menghadapi kendala anggaran dalam melakukan pemeliharaan. Serta, memperbaiki perangkat yang mengalami gangguan.
“Kalau untuk lampu merah, sejak 2021 ada bantuan teknis untuk pembayaran dan pengembangan sistem lampu merah cerdas. Sistemnya sudah menggunakan ATMS (Advanced Traffic Management System) dan lengkap dengan vehicle detector. Sehingga siklus lampu tidak lagi sepenuhnya secara manual,” katanya, Rabu (16/9).
Irfan menjelaskan, vehicle detector pada sistem tersebut membaca jumlah kendaraan dari setiap kaki simpang. Sistem kemudian mengolah data itu untuk menentukan durasi lampu hijau dan merah sesuai kondisi lalu lintas.
“Kalau semakin ramai, waktunya bisa semakin besar atau semakin lama. Jadi kita tidak pusing mengatur waktu secara manual. Sistemnya menghitung berdasarkan kondisi kendaraan di kaki simpang,” jelasnya.
Meski sudah menggunakan teknologi tersebut, sejumlah lampu lalu lintas di Karawang masih mengalami gangguan. Kondisi itu membuat pengaturan arus kendaraan di beberapa persimpangan belum berjalan secara optimal.
Irfan mencontohkan mekanisme sistem ketika sebuah kaki simpang memperoleh durasi lampu hijau selama 20 detik. Sistem akan menghitung kembali siklus berikutnya agar pembagian waktu antarkaki simpang tetap sesuai dengan kepadatan kendaraan.
“Misalkan di kaki simpang ini hijaunya 20 detik. Itu kita hitung supaya jangan sampai yang satu hijaunya sebentar. Sementara merahnya terlalu lama sampai antreannya panjang. Jadi pembagiannya dibuat rata sesuai kondisi simpang,” katanya.
Dengan sistem tersebut, Dinas Perhubungan tidak perlu mengatur seluruh durasi lampu secara manual. Sistem akan menyesuaikan waktu berdasarkan kondisi kendaraan yang terdeteksi di setiap persimpangan.
