(Doc-Tirtoid)
Jakarta, bukaberita.co.id – Permintaan maaf disampaikan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifah Fauzi, menyusul polemik usulannya terkait penempatan gerbong wanita di kereta api. Melalui akun resmi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, ia mengakui bahwa pernyataan tersebut kurang tepat. Terlebih ia sampaikan di tengah duka kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur yang menewaskan 15 perempuan di gerbong ujung.
Dalam pernyataannya, Arifah menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah penanganan dampak pascatragedi. Khususnya bagi keluarga korban dan anak-anak yang terdampak. “Fokus utama kami saat ini adalah memastikan langkah nyata penanganan trauma bagi keluarga korban serta menjamin perlindungan penuh bagi anak-anak yang terdampak tragedi ini agar hak-hak mereka tetap terjaga,” tulis KemenPPPA, Rabu (29/4/2026).
Sebelumnya, usulan pemindahan gerbong wanita ke bagian tengah dan penempatan laki-laki di gerbong ujung menuai kritik dari publik karena tidak sensitif terhadap situasi. KemenPPPA menyatakan bahwa kejadian ini menjadi evaluasi dalam menyampaikan kebijakan kepada masyarakat, sekaligus menegaskan komitmen pemerintah dalam memberikan perlindungan bagi korban.
