(Doc-Istimewa)
Jakarta, bukaberita.co.id – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan bahwa periode arus balik Lebaran 2026 diprediksi berlangsung pada 24 hingga 27 Maret 2026, dengan potensi lonjakan kendaraan yang cukup signifikan.
Sebagai langkah antisipasi, masyarakat diminta memanfaatkan kebijakan work from anywhere (WFA) agar perjalanan tidak menumpuk pada satu waktu tertentu.
“Tentunya kita juga memberikan relaksasi. Selain puncak arus balik, nanti di tanggal 25 hingga 27 menjadi kebijakan pemerintah untuk memberikan WFA. Ini juga bisa menjadi pilihan bagi masyarakat untuk tidak semuanya memilih balik pada hari ini, sehingga bisa mengurai puncak arus balik,” kata Listyo di 91 Command Center ITDC, Nusa Dua, Bali, Selasa (24/03/2026).
Dari hasil pemantauan di Command Center, Kapolri juga mencatat adanya kenaikan kunjungan wisatawan domestik di Bali sebesar 1,49 persen meskipun sedang dalam periode low season. Peningkatan ini juga terlihat di beberapa destinasi wisata lainnya di Indonesia.
Polri juga memberi perhatian khusus pada jalur penyeberangan Ketapang-Gilimanuk yang berpotensi mengalami kepadatan akibat pertemuan dua arus, yakni pekerja yang kembali ke Bali dan wisatawan yang masih berlibur.
Di sisi lain, jumlah pemudik Lebaran tahun ini tercatat meningkat. Namun, kondisi tersebut diiringi dengan menurunnya angka kecelakaan lalu lintas serta tingkat fatalitas.
Kapolri berharap kondisi yang lebih baik ini dapat terus terjaga hingga seluruh proses arus balik Lebaran 2026 berakhir.
