(Doc-Pikiran Rakyat)
Cihampelas, bukaberita.co.id – Dunia pendidikan di Kota Bandung kembali diselimuti duka mendalam menyusul terjadinya aksi kekerasan antarpelajar yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa. Sebuah video yang memperlihatkan keributan hebat di kawasan Jalan Cihampelas viral di media sosial, di mana dalam rekaman tersebut tampak seorang pemuda tergeletak tidak berdaya di pinggir jalan. Insiden berdarah ini diketahui berlangsung sejak Jumat (13/3) malam hingga memasuki Sabtu (14/3) dini hari, dan diduga kuat melibatkan oknum siswa dari SMAN 5 serta SMAN 2 Bandung.
Kapolsek Coblong, Kompol Riki Erickson, telah memberikan konfirmasi resmi terkait kebenaran peristiwa tragis yang merenggut nyawa seorang siswa dari SMAN 5 Bandung tersebut. Pihak kepolisian pun terus melakukan pendalaman untuk memastikan kronologi dan pihak-pihak yang bertanggung jawab. Saat dikonfirmasi pada Sabtu (14/3/2026), Kompol Riki menjelaskan dugaan awal terkait insiden ini:
“Dugaan sementara (aksi pengeroyokan) anak SMAN 5 Bandung dengan SMAN 2 Bandung. Iya meninggal dunia anak SMAN 5 Bandung,” ujar Kompol Riki.
Saat ini, kepolisian tengah bergerak cepat melakukan pengejaran terhadap para pelaku yang terlibat dalam aksi pengeroyokan tersebut. Guna memastikan proses hukum berjalan maksimal, penanganan kasus ini kini telah dilimpahkan ke tingkat kepolisian resor yang lebih tinggi. Terkait prosedur penanganan lebih lanjut, Kompol Riki mengungkapkan:
“Di Polrestabes penanganannya,” ungkapnya.
Masyarakat pun diimbau untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh informasi yang belum valid, sembari mengawal kasus ini agar keluarga korban mendapatkan keadilan yang seadil-adilnya.
