(Doc-ckpinfo)
Karawang, bukaberita.co.id – Tim Resmob Polresta Karawang mengungkap kasus dugaan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang menyasar rumah warga di Kecamatan Tirtamulya, Kabupaten Karawang. Dalam operasi tersebut, polisi mengamankan sejumlah terduga pelaku, sementara satu orang lainnya berinisial KDN masih buron.
Aksi pencurian itu terjadi pada Kamis (8/10/2026) sekitar pukul 04.00 WIB di Kampung Pasirmalang, Desa Parakanmulya, Kecamatan Tirtamulya. Korban bernama Lilisana M. Sihaloho, seorang karyawan swasta, kehilangan dua sepeda motor sekaligus, yakni Honda Beat tahun 2025 dan Honda Verza tahun 2023.
Korban baru menyadari kehilangan kendaraannya sekitar pukul 07.30 WIB ketika memeriksa sepeda motor yang sebelumnya terparkir di depan rumah. Saat mengecek lokasi parkir, korban mendapati kedua kendaraannya sudah raib.
Berdasarkan hasil penyelidikan, para pelaku diduga menggunakan kunci palsu untuk membawa kabur sepeda motor milik korban. Pengungkapan perkara ini bermula ketika Tim Resmob menjalankan kegiatan kring serse sekaligus melacak target operasi berinisial AH. Dari hasil penelusuran, petugas mendeteksi pergerakan kelompok tersebut di wilayah hukum Polsek Kotabaru, Polsek Cikampek, dan sekitarnya.
Tim Resmob kemudian memburu kelompok tersebut dengan metode hunting. Polisi juga menutup sejumlah jalur yang diduga menjadi akses pelarian para pelaku di sepanjang Jalan Parakanmulya.
Untuk menghentikan pergerakan kelompok tersebut, petugas bahkan memblokir jalan di atas Jembatan Parakanmulya. Dalam proses pengejaran, salah satu terduga pelaku yang mengendarai sepeda motor hasil curian berusaha menghindari polisi. Pelaku kemudian mencari tempat persembunyian di rumah warga.
Sementara itu, terduga pelaku lainnya berusaha melarikan diri hingga polisi melakukan pengejaran. Karena pelaku disebut tidak mengindahkan imbauan petugas, polisi akhirnya mengambil tindakan tegas terukur.
Tindakan tersebut menyebabkan AH mengalami luka tembak pada bagian kaki. Polisi juga mengamankan dua terduga pelaku lainnya yang masing-masing berinisial SW dan MH. Sementara itu, KDN masih masuk daftar pencarian orang (DPO).
