(Doc-Halokrw)
Karawang, bukaberita.co.id — Rengasdengklok terkenal sebagai salah satu daerah yang memiliki catatan penting dalam sejarah kemerdekaan Indonesia. Namun, kini masyarakat setempat juga menghadapi perjuangan lain, yakni menjaga kesenian dan kebudayaan tradisional agar tetap berkembang.
Salah satu pihak yang aktif menjalankan upaya tersebut adalah Sanggar Tari Saung Beureum. Sanggar ini hadir sebagai wadah bagi anak-anak dan remaja untuk mengenal serta mempelajari seni tari tradisional.
Berawal dari kecintaan terhadap seni budaya, Saung Beureum terus mengembangkan kegiatan pembinaan. Sanggar tersebut juga memberikan ruang bagi peserta didik untuk mengasah kemampuan dan menyalurkan bakat mereka.
Selama tiga tahun perjalanan, Saung Beureum menunjukkan perkembangan positif. Jumlah peserta didiknya terus meningkat hingga mencapai sekitar 180 orang.
Peserta didik tersebut berasal dari berbagai wilayah di Kabupaten Karawang. Mereka terdiri atas anak-anak mulai jenjang taman kanak-kanak (TK) hingga sekolah menengah atas (SMA).
Salah satu bentuk pembinaan sanggar terlihat dalam kegiatan uji leveling atau kenaikan tingkat. Kegiatan tersebut berlangsung di Lapangan HS Putra, Desa Sampalan, Kecamatan Kutawaluya, Kabupaten Karawang, Sabtu (31/10/2026).
Dalam kegiatan itu, peserta mengikuti pengujian sesuai tingkatan masing-masing. Tahapannya meliputi pra pemula, pemula A, pemula B, hingga madya.
Melalui uji leveling, sanggar tidak hanya mengukur kemampuan peserta dalam menghafal gerakan tari. Para peserta juga harus menunjukkan perkembangan keterampilan dan penguasaan materi yang telah mereka pelajari selama berlatih.
Pembinaan yang konsisten tersebut mulai membuahkan prestasi. Salah satu peserta didik Saung Beureum, Puspawangi Alzena El Fauzan, berhasil melaju dalam ajang FLS3N 2026 hingga tingkat nasional.
Pencapaian itu menjadi kebanggaan bagi sanggar. Prestasi tersebut juga diharapkan memotivasi peserta didik lainnya untuk terus mengembangkan bakat dan kemampuan dalam bidang seni tari.
Kehadiran Saung Beureum menjadi salah satu upaya masyarakat Rengasdengklok dalam menjaga warisan budaya. Sanggar ini turut memperkenalkan seni tari kepada generasi muda agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
