(Doc-Infokrw)
Karawang, bukaberita.co.id — Seorang mahasiswa Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA) mengalami perundungan dan kekerasan fisik. Peristiwa tersebut terjadi di lingkungan Fakultas Agama Islam (FAI) UNSIKA. Dugaan kekerasan itu disebut bermula dari perbedaan pandangan dalam percakapan melalui pesan singkat.
Teman sekelas korban, Adkqia Bintang Iqbal, mengatakan persoalan awal muncul dalam percakapan pribadi. Sejumlah pihak kemudian merasa tersinggung dengan perbedaan pandangan tersebut.
Mereka lalu meminta korban menyampaikan permintaan maaf. Korban kemudian memenuhi permintaan tersebut hingga menganggap persoalan awal selesai.
“Korban sudah meminta maaf dan persoalan awal sebenarnya sudah selesai,” ujar Adkqia.
Namun, persoalan itu kembali mencuat pada pekan lalu. Adkqia menyebut sejumlah pihak kemudian menyeret korban keluar dari ruang kelas.
Peristiwa tersebut berlanjut dengan cekcok di sekitar toilet dekat masjid. Lokasi itu berada di samping Aula UNSIKA.
“Setelah korban meminta maaf sesuai keinginan mereka yang merasa tersinggung. Sayangnya kemudian masih terjadi tindakan penganiayaan,” katanya.
Setelah kejadian di sekitar toilet, pelaku membawa korban ke area kantin depan kampus. Di lokasi tersebut, korban kembali menjalani interogasi.
Adkqia mengatakan korban juga mengalami tindakan fisik berupa pelemparan botol. “Di kantin depan korban diinterogasi dan ada tindakan fisik berupa pelemparan botol,” ujarnya.
Pelaku kemudian membawa korban ke sebuah basecamp di kawasan Warung Bambu. Menurut Adkqia, korban kembali mengalami perundungan dan interogasi di tempat tersebut.
