(Doc-Istimewa)
Karawang, bukaberita.co.id – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM meminta sekolah yang terdampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau segera menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). KDM menyampaikan imbauan tersebut melalui video yang ia unggah di akun Instagram pribadinya pada Minggu (6/9) sore. Ia meminta siswa mengikuti kegiatan belajar secara daring dari rumah untuk mengantisipasi dampak abu vulkanik terhadap kesehatan dan keselamatan.
Kebijakan tersebut menjadi langkah pemerintah untuk mengutamakan keselamatan siswa dan tenaga pendidik. Khususnya di tengah sebaran abu vulkanik yang mencapai sejumlah wilayah Jawa Barat.
Abu vulkanik mengandung partikel sangat halus yang dapat mengganggu kesehatan, mulai dari memicu Gangguan Saluran Pernapasan Akut (ISPA) hingga menyebabkan iritasi mata. Kondisi tersebut juga berpotensi mengganggu perjalanan siswa dan guru karena abu dapat menurunkan jarak pandang di jalan raya.
Meski kegiatan belajar berlangsung dari rumah, penerapan PJJ tetap menjaga proses pembelajaran berjalan secara optimal melalui berbagai platform digital. Selain mempertahankan kegiatan pendidikan, kondisi tersebut juga dapat menjadi kesempatan bagi sekolah untuk memberikan edukasi kepada siswa mengenai mitigasi bencana. Termasuk cara melindungi diri saat menghadapi situasi darurat akibat aktivitas vulkanik.
