(Doc-Istimewa)
Karawang, bukaberita.co.id — Nilai ekonomi hingga ratusan miliar rupiah diproyeksikan mampu diraih oleh para petani di Karawang jika pengelolaan pengairan berjalan efektif. Prospek besar ini disampaikan oleh Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman saat meninjau area persawahan di Kecamatan Kutawaluya.
“Ini saja tempat ini, kalau kita tanami satu kali, produksi 7 ton saja, itu meningkatkan Rp136 miliar untuk petani. Nah, ini meningkatkan kesejahteraan petani kita,” katanya.
Potensi peningkatan produksi padi di wilayah Karawang dinilai amat menjanjikan. Dengan target hasil panen 7 ton per hektare dalam sekali tanam, kawasan yang ditinjau diperkirakan mampu mendongkrak pendapatan petani secara signifikan.
Penguatan infrastruktur pengairan melalui skema pompanisasi terbukti menjadi kunci utama dalam memacu hasil panen nasional. Pengadaan sekitar 100 ribu unit pompa sebelumnya sukses menyumbang lonjakan produksi gabah yang cukup besar di kawasan Pulau Jawa.
“Dulu kita pasangkan pompa kurang lebih 100.000, hasilnya adalah meningkat untuk Jawa saja 2 juta ton, lebih. Hampir 3 juta ton, 2,8 juta ton gabah,” ujar Amran di Kutawaluya, Karawang, Senin (31/8/2026).
Melihat keberhasilan program tersebut, pemerintah mengonfirmasi komitmennya untuk terus mengeskalasi pemasangan pompa di kawasan-kawasan yang belum mengoptimalkan pasokan sumber air terdekat.
Langkah perluasan ini dipastikan langsung melalui inspeksi mendadak (sidak) oleh Mentan ke lahan pertanian Kabupaten Karawang, Jawa Barat, guna mengaktifkan kembali sawah-sawah tadah hujan yang sempat kesulitan air.
