(Doc-Istimewa)
Jakarta, bukaberita.co.id — Ancaman tersembunyi dari penggunaan galon isi ulang yang sudah usang disampaikan oleh ahli forensik terkemuka, dr. Djaja Surya Atmadja. Menurutnya, kontaminasi zat plastik BPA dari wadah air tersebut bertindak layaknya hormon tiruan yang mampu mengacaukan fungsi organ tubuh.
Edukasi kesehatan mengenai dampak buruk zat kimia ini dr. Djaja sampaikan saat berdiskusi di kanal YouTube milik Prof. Rhenald Kasali. “Karena synthetic hormone, dia bisa mengganggu hormon. Kalau minum (air terpapar BPA) terus-menerus, anak kecil bisa mengalami gangguan konsentrasi. Kemudian, mengalami gangguan tumbuh kembang, hingga gangguan perilaku,” tegas dr. Djaja.
Selain berimbas buruk pada fase emas tumbuh kembang anak-anak, dampak paparan radikal bebas dari BPA ini jauh lebih agresif saat mengendap di dalam tubuh perempuan. Hal ini karena karakter hormon perempuan yang dinamis.
“Pada perempuan, paparan ini bisa menyebabkan gangguan hormon dan gangguan kesuburan,” tambahnya.
Sebagai solusi, dokter spesialis forensik ini menyarankan konsumen untuk rajin mengamati tanda segitiga daur ulang di bawah galon. Masyarakat sebisa mungkin menjauhi botol atau galon dengan emblem angka 7 yang menjadi indikator kuat adanya formulasi bahan kimia BPA.
