(Doc-Istimewa)
Jakarta, bukaberita.co.id – Kebijakan merayakan hari jadi kota Jakarta kini lebih inklusif agar dapat menyentuh semua lapisan warga dari berbagai daerah. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan bahwa program promosi perayaan ini tidak lagi eksklusif bagi penduduk lokal saja, melainkan terbuka untuk semua warga negara Indonesia.
“Dan dalam kesempatan ini saya juga ingin merevisi sedikit, bahwa untuk tanggal 22, 27, 28. Baik itu transportasi umum maupun apa fasilitas wisata di Jakarta,” ujar Pramono di Monas, Jakarta, Minggu (21/6).
Perubahan aturan penerima manfaat ini pihak Pemprov putuskan setelah meninjau besarnya minat masyarakat yang berasal dari luar wilayah metropolitan. “Setelah mendapatkan masukan dari banyak pihak, terutama yang pengin memanfaatkan itu rata-rata dari luar Jakarta. Maka tidak hanya berlaku bagi KTP Jakarta, tetapi bagi KTP Republik Indonesia,” lanjutnya.
“Masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas wisata yang kami kelola. Termasuk Ancol, museum-museum daerah, hingga Monas beserta akses ke puncaknya,” kata Pramono.
Selain rekreasi, sarana kolam renang serta gelanggang olahraga milik Pemprov DKI Jakarta bebas biaya masuk selama masa promosi tersebut. Pengumuman mengenai rangkaian fasilitas gratis ini sebelumnya telah Dinas Kebudayaan DKI Jakarta publikasikan semenjak Kamis (11/6).
Tercatat ada tiga hari di mana perayaan ini berlangsung, yakni pada hari Senin (22/6), Sabtu (27/6), dan Minggu (28/6). Selama waktu tersebut, masyarakat bisa menaiki MRT Jakarta, Transjakarta, dan LRT Jakarta (koridor Kelapa Gading – Pulo Gadung, di luar rute LRT Jabodebek) hanya dengan membayar Rp1.
Daftar tempat tanpa tiket masuk pada periode itu meliputi Monas, Ragunan, Ancol, hingga beragam museum daerah. “Kami ingin perayaan ulang tahun Jakarta dapat kita rasakan bersama. Semoga langkah ini membawa manfaat dan menumbuhkan rasa kebersamaan bagi seluruh masyarakat,” tutupnya.
