Sabtu, Juni 6, 2026
BerandaPERISTIWAPendaki Semeru Bertahan 4 Hari di Jurang 375 Meter, Dievakuasi dengan Metode...

Pendaki Semeru Bertahan 4 Hari di Jurang 375 Meter, Dievakuasi dengan Metode Slope Rescue

(Doc-Tirtoid)

Surabaya, bukaberita.co.id – Seorang pendaki Gunung Semeru bernama Cakra (18) berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan pada Jumat (5/6/2026) setelah bertahan selama empat hari di dasar jurang dengan kedalaman sekitar 375 meter. Proses penyelamatan dilakukan menggunakan metode slope rescue karena kondisi medan yang terjal, curam, serta minim titik aman untuk pemasangan peralatan evakuasi.

Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit, mengatakan korban mengalami dislokasi pada pergelangan kaki kanan setelah terperosok ke jurang saat melakukan pendakian. “Supaya meminimalkan pergerakan dan agar tidak semakin bengkak, maka kaki survivor memang harus dibidai,” ungkap Nanang.

Menurutnya, metode slope rescue dipilih karena dinilai paling aman dan efisien untuk kondisi lokasi korban maupun keselamatan tim SAR yang bertugas. “Evakuasi dengan metode slope rescue dirasa lebih efisien karena mempertimbangkan keselamatan survivor maupun tim SAR gabungan di jurang,” ujarnya.

Nanang menjelaskan, lokasi korban tidak memiliki pijakan yang cukup aman untuk dijadikan titik jangkar (anchor), sehingga proses evakuasi harus dilakukan secara bertahap. “Kemiringan medan juga dirasa lebih cocok untuk evakuasi dengan metode slope rescue dan dengan metode ini evakuasi bisa dilakukan secara bertahap,” imbuhnya.

Dalam prosesnya, tim SAR melakukan penarikan korban secara bergantian sambil mempertimbangkan kondisi fisik personel, kondisi korban, serta cuaca di kawasan Gunung Semeru. “Dari jurang, survivor dievakuasi dengan slope rescue menuju titik kumpul tim SAR gabungan yang ada di atas, baru kemudian dari atas akan ditandu untuk turun menuju ke posko,” jelasnya.

Insiden pendakian tersebut pertama kali dilaporkan pada Senin (1/6) sekitar pukul 10.00 WIB. Korban kemudian berhasil ditemukan pada Selasa (2/6) setelah sebelumnya sempat mengirimkan titik koordinat keberadaannya kepada keluarga sebelum komunikasi terputus.

Meski lokasi korban telah diketahui, proses evakuasi tidak bisa segera dilakukan karena medan yang ekstrem dan sulit dijangkau. Tim SAR gabungan pun membutuhkan waktu beberapa hari untuk menyiapkan operasi penyelamatan hingga akhirnya korban berhasil dievakuasi.

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments