Rabu, Mei 13, 2026
BerandaPERISTIWARombongan Wisatawan Asal Surabaya Diserang OTK di Pantai Wediawu Malang

Rombongan Wisatawan Asal Surabaya Diserang OTK di Pantai Wediawu Malang

(Doc-Istimewa)

Malang, bukaberita.co.id – Rombongan wisatawan asal Surabaya diserang sekelompok orang tak dikenal saat berlibur di kawasan Pantai Wediawu, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang. Akibat kejadian tersebut, enam wisatawan mengalami luka-luka dan enam kendaraan dilaporkan mengalami kerusakan.

Kasi Humas Polres Malang AKP Bambang Subinajar mengatakan, laporan mengenai insiden itu diterima polisi pada Selasa (5/5) dini hari. “Petugas segera mendatangi TKP setelah menerima laporan untuk melakukan penanganan awal dan pengamanan situasi,” ujar Bambang, Selasa.

Polisi yang melakukan olah tempat kejadian perkara turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa balok kayu, batu hingga botol minuman keras. “Petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti di lokasi kejadian, di antaranya balok kayu, batu serta botol minuman keras,” ucapnya.

Saat ini, kepolisian masih mendalami penyebab pasti kericuhan tersebut dengan memeriksa sejumlah saksi dan alat bukti. “Peristiwa ini masih dalam tahap penyelidikan. Kami masih mengumpulkan keterangan saksi dan alat bukti untuk memastikan kronologi secara utuh,” katanya.

Salah satu korban, Mochamad Rafli Rahadi, mengungkapkan rombongan wisatawan yang merupakan pekerja gudang e-commerce itu berjumlah sekitar 55 orang. Mereka berangkat dari Surabaya sejak Senin pagi menggunakan tiga mobil elf dan dua kendaraan pribadi.

“Iya, liburan udah di-prepare jauh-jauh hari juga. Kemarin (Senin) berangkat dari Surabaya itu jam 08.30 pagi. Naik ini nyarter mobil. Elf 3, sama mobil pribadinya anak-anak sendiri 2. Sekitar 55 itu,” kata Rafli, Selasa malam.

Menurut Rafli, suasana awal liburan berjalan normal. Mereka mengadakan acara santai dengan musik dan bakar-bakar di malam hari.

“Kan ya malamnya memang kita ngundang ini sih kayak di DJ-an sama bakar-bakar,” ucapnya.

Namun situasi berubah setelah sebuah lagu yang dianggap mengandung unsur provokatif terputar. Rafli menegaskan pihaknya tidak memiliki niat memancing konflik, terlebih mengetahui rivalitas antara Surabaya dan Malang.

“Bener ada apa memang ada chant nyanyian rasis. Tapi itu lagunya itu aslinya bukan chant rasis cuman karena keputer. Tapi kan awalnya dari kita sudah enggak ada niat buat apa nyetel lagu-lagu berbau supporter lah, apalagi juga tahu kalau Surabaya sama Malang rival,” ucapnya.

“Lah enggak tahunya ada yang ngevideo itu mungkin dari pihak Aremanya terus di up di media,” tambahnya.

Sekitar pukul 03.00 WIB, situasi disebut mulai tidak kondusif setelah ratusan orang mendatangi vila tempat mereka menginap dan meminta klarifikasi. “Habis gitu masa itu udah gak kondusif. Udah enggak bisa dikondusifin. Soalnya sekitar orang 200-an sih, pokok dikepung,” ujarnya.

Massa kemudian disebut masuk ke kamar-kamar wisatawan dan melakukan pemukulan sebelum akhirnya polisi datang untuk melakukan evakuasi.

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments