(Doc-Istimewa)
Yogyakarta, bukaberita.co.id – Kasus dugaan kekerasan dan penelantaran anak di daycare Little Aresha, Kemantren Umbulharjo, Yogyakarta, terungkap setelah laporan dari seorang pengasuh baru kepada polisi. Kapolresta Yogyakarta, Eva Guna Pandia, mengatakan laporan tersebut mengungkap adanya perlakuan tidak manusiawi terhadap anak-anak yang dititipkan.
“Awalnya dari karyawannya itu melihat bahwa perlakuan terhadap bayi atau anak yang dititipkan kurang manusiawi. Sesuai dengan hati nuraninya, karena mungkin ada yang dianiaya juga,” kata Eva, Sabtu.
Polisi kemudian melakukan penggerebekan pada Jumat (24/4) dan mengamankan sekitar 30 orang, mulai dari pengasuh hingga pengelola yayasan. “Kemarin juga kita telah mengamankan sekitar 30 orang,” kata Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta, Riski Adrian.
Dari hasil penyelidikan, diketahui 53 dari 103 anak diduga menjadi korban dalam kasus yang berlangsung lebih dari satu tahun tersebut. Selain itu, polisi menetapkan 13 orang sebagai tersangka, terdiri dari satu kepala yayasan, satu kepala sekolah, dan sebelas pengasuh.
“Sebanyak 13 orang tersangka terdiri dari 1 kepala yayasan, 1 kepala sekolah, dan 11 orang pengasuh,” kata Eva dalam kesempatan terpisah, Sabtu malam.
Sejumlah orangtua turut melaporkan kejadian ini. Khairunisa mengaku menemukan kondisi anaknya yang memprihatinkan saat dititipkan di daycare tersebut.
“Melapor sekaligus melihat kejadian kemarin, dan memang anak saya terlihat kondisi tangannya diikat di sini. Diikat dan dibedong. Pakainya cuma pampers juga. Dan ditiduri tanpa dikasih bantal ataupun kasur,” ujarnya.
Sementara itu, Aldewa menyebut anaknya mengalami lebam di kaki serta menunjukkan rasa takut saat hendak berangkat ke daycare. “Nah, mbahnya nggak bilang apa-apa. Terus istri saya bilang kayaknya jatuh, deh. Ya sudah saya juga nggak tanya pihak sekolah (day care),” katanya.
“Kalau pagi, biasanya kalau mau (berangkat ke) sekolah pasti nangis (dan takut). Tapi kalau sudah sampai, ‘cep’ diam,” jelasnya.
