(Doc-Istimewa)
Makassar, bukaberita.co.id – Kericuhan terjadi dalam aksi demonstrasi mahasiswa Universitas Muslim Indonesia di Makassar setelah adanya benturan dengan pengemudi ojek online yang melintas di lokasi. Insiden bermula dari dugaan penganiayaan terhadap seorang pengemudi ojol oleh oknum demonstran. Peristiwa tersebut kemudian memicu reaksi dari komunitas ojol yang datang ke lokasi.
“Karena terlalu lama jalan tutup sehingga ada ojol yang bersinggungan dengan mahasiswa, sehingga ada bentrok sedikit dengan ojol,” ujar Kapolrestabes Makassar, Arya Perdana.
Bentrokan kemudian meluas dengan aksi saling lempar batu di Jalan Urip Sumohardjo hingga menyebabkan kemacetan total. Massa ojol bahkan sempat masuk ke area kampus, membuat mahasiswa terdesak. Kerusakan pun terjadi, termasuk robohnya gerbang kampus dan rusaknya sejumlah kendaraan.
Polisi yang turun ke lokasi langsung membubarkan massa dan melakukan penyisiran. Dari hasil operasi tersebut, sejumlah senjata tajam berhasil polisi amankan. “99 orang (mahasiswa UMI yang polisi bawa ke Polrestabes Makassar),” ucap Kasubnit Jatanras Polrestabes Makassar, Adi Gaffar.
Aksi demonstrasi sendiri awalnya berlangsung damai dan bertujuan memperingati Amarah serta menyoroti kasus yang melibatkan aktivis KontraS, Andrie Yunus. Hingga malam hari, situasi di lokasi telah kembali terkendali setelah aparat mengamankan kondisi.
