Rabu, Mei 13, 2026
BerandaDAERAHPurna Bakti Tenaga Satuan Polisi Pamong Praja Honorer Kecamatan Tegalwaru Harapkan Penghargaan...

Purna Bakti Tenaga Satuan Polisi Pamong Praja Honorer Kecamatan Tegalwaru Harapkan Penghargaan Nyata

 

Karawang, bukaberita.co.id. – Terlalu!!? Mungkin itu kata yang tepat dengan apa yang didapatkan oleh beberapa personil Purna Satuan Polisi Pamong Praja Honorer Kecamatan Tegalwaru Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Ada tiga orang yang didepak dari satuan polisi pamong Praja honorer Kecamatan Tegalwaru seperti, Kajang Sukendar, Atang Komarudin dan Gatot Widodo.

Alasan pemberhentian itu berdasarkan masa kerja yang sudah lebih dan tidak adanya surat keputusan perpanjangan masa kerja mereka.

Perlu diketahui bahwa Kajang Komarudin telah 19 tahun, demikian dengan Atang Komarudin, namun Gatot Widodo baru empat tahun.

Namun sayang, pengabdian yang berlangsung bertahun-tahun itu, tidak ada penghargaan yang serius dari pemerintah baik tingkat kabupaten maupun Kecamatan.

Padahal diakui satuan polisi pamong Praja honorer Kecamatan Tegalwaru itu, mereka bukan ingin mendapatkan penghargaan berupa materi, namun bisa saja berupa penghargaan moril agar mereka tidak merasa dibiarkan begitu saja.

“Memang benar, saya honorer, tapi masa sih tidak ada penghargaan, meskipun tidak berupa uang ya minimal ada tertulis lah bahwa kami telah mendedikasikan hidup saya pada pemerintahan kecamatan dalam bentuk pengabdian, ” ucap Kajang. Selasa (9/9).

Sementara diakui Kajang, bahwa ada beberapa tenaga honorer yang saat ini belum jelas juga nasib nya.

“Tapi mereka masih tetap bertugas, ya kalau mau di runut iri, ya kami kami juga iri. Cuma ya mau bagaimana lagi, ” tukas Kajang.

Kajang pun menegaskan, penghargaan tidak seharusnya berupa uang saja, tapi bisa saja berupa penghargaan tertulis bahwa ia dan rekan sejawatnya pernah bertugas bagi pemerintahan Kabupaten Karawang.

“Ini mah, sudah saja. Kami diberhentikan begitu saja. Ya minimal lah ada sebuah penghargaan bahwa kami telah bekerja loh di kecamatan Tegalwaru, ” Tuturnya.

Kajang pun berkisah, bahwa saat ia dan rekan sejawatnya nya dulu pada tahun 1991 hingga 2005 yang bekerja di pemerintahan desa mendapatkan penghargaan yang nyata berupa uang “Kadeudeuh” (sayang).

“Ini mah, tidak ada sama sekali. Kalau saja ada uang kadeudeuh kan minimal buat modal kami berusaha lagi selepas di berhentikan sebagai satuan polisi pamong Praja honorer di kecamatan Tegalwaru, ” katanya.

“Setidaknya jika ada uang kadeudeuh, minimal uang itu bisa menjadi modal kami agar bisa bertahan hidup selepas purna, ” pungkas Kajang.

Kajang pun berharap kepada pemerintah berharap adanya sebuah penghargaan agar di masa istirahat mereka ada sebuah penghargaan nyata untuk berusaha di lingkungan nya masing-masing. (Faizal)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments