Karawang, bukaberita.co.id — Penjualan seragam sekolah dan Lembar Kerja Siswa (LKS) SMPN 1 Rengasdengklok, Karawang, menjadi sorotan publik. Sebuah toko yang menjual barang tersebut menyatakan hanya menerima titipan dari koperasi sekolah.
Berdasarkan penelusuran Tvberita pada Kamis (8/10), toko tersebut merupakan konter pulsa bernama Paris Cell. Lokasinya berada di Perumahan Dengklok Permai.
Di konter itu, terlihat sejumlah seragam sekolah dan LKS yang berkaitan dengan SMPN 1 Rengasdengklok. Pemilik Paris Cell, Hasan, menegaskan bahwa barang-barang tersebut bukan miliknya. Ia menyebut koperasi sekolah menitipkan seragam dan juga LKS tersebut di tokonya.
“Toko ini sih hanya counter pulsa. Seragam dan LKS sih titipan dari koperasi SMPN 1 Rengasdengklok,” ujar Hasan.
Hasan mengatakan tokonya kini tidak lagi menjual barang-barang tersebut. Menurutnya, pihak koperasi berencana mengambil kembali seluruh barang titipan itu.
“Saat ini sudah tidak dijual lagi pak, mau diambil sama yang titipnya,” katanya.
Sebelumnya, sejumlah wali murid SMPN 1 Rengasdengklok mengeluhkan biaya pengadaan LKS dan seragam sekolah. Mereka menyampaikan keluhan tersebut tanpa menyebutkan identitasnya.
Salah seorang wali murid mengaku harus mengeluarkan Rp850 ribu untuk membeli LKS. Ia merasa kesulitan menolak pembelian tersebut karena khawatir anaknya mengalami kendala saat mengerjakan tugas sekolah.
“Ya mau tidak mau kami harus beli. Kasihan anak karena tugas sekolah semua kan katanya berasal dari LKS itu,” ujar sumber tersebut.
Selain LKS, wali murid itu menyebut pihak sekolah mengarahkan orang tua untuk membeli seragam di toko tertentu. Ia memperkirakan total biaya seragam mencapai Rp1,5 juta.
Menurut informasi yang diterimanya, toko tersebut diduga milik mantan bendahara sekolah yang baru beberapa bulan pensiun.
“Segitu tuh untuk batik atasan satu, muslimah satu sama satu stel seragam olahraga,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala SMPN 1 Rengasdengklok, Asma, membantah pihak sekolah mengarahkan siswa membeli LKS di toko tertentu.
Hingga bagian informasi yang tersedia ini, belum ada penjelasan lebih lanjut mengenai tanggapan sekolah atas keluhan wali murid terkait biaya seragam.