(Doc-Infokrw)
Demak, bukaberita.co.id — Pernyataan seorang pria bernama Muklis kembali menjadi perhatian setelah rekamannya saat terjaring razia Satpol PP viral di media sosial. Muklis merupakan warga Demak, Jawa Tengah, yang memiliki usaha karaoke di sebuah warung remang-remang. Petugas Satpol PP kemudian membawa Muklis ke kantor setelah menjaringnya dalam razia penyakit masyarakat.
Alih-alih meminta maaf atau mengikuti ketentuan penertiban, Muklis justru menyampaikan argumen yang mengundang perhatian. Ia menggunakan perumpamaan matahari, rembulan, surga, dan neraka untuk mempertahankan keberadaan usaha karaokenya.
Ada rembulan, ada matahari. Ada surga, ada neraka. Lah kalau kok suruh orang baik semua, ya sudah kiamat sejak dulu toh, Pak? Lah nerakanya yang ngisi siapa?” katanya dalam rekaman yang kini kembali viral.
Muklis kemudian menjelaskan pandangannya mengenai keseimbangan antara orang baik dan orang yang dianggap tidak baik.
“Orang jelek semua, ya sudah kiamat sejak dulu. Ya toh, harus ada keseimbangan. Begitu toh, Pak?” ujarnya.
Perdebatan antara Muklis dan petugas kemudian berlanjut pada persoalan penutupan tempat karaoke tersebut. Petugas menanyakan secara langsung apakah Muklis menolak penertiban.
“Berarti ini jenengan menolak?” tanya petugas dalam video.
Muklis pun menjawab tegas bahwa dirinya memang menolak penutupan usaha tersebut.
“Ya menolak!”
Ia kemudian menyampaikan alasan penolakannya. Menurut Muklis, tempat usaha yang menjadi sasaran penertiban itu merupakan hak miliknya.
“Alasannya karena ini kan hak milik saya,” ujarnya.
