(Doc-Infokrw)
Karawang, bukaberita.co.id – Satreskrim Polresta Karawang menangkap dua pelaku begal yang diduga terlibat dalam aksi pencurian kendaraan bermotor di 12 lokasi berbeda sepanjang 2026. Kapolresta Karawang Kombes Mario Prahatinto menyebut kedua tersangka berinisial APP dan SJ. Hasil pemeriksaan awal menunjukkan keduanya tergabung dalam komplotan yang menyasar pengendara di jalanan sepi.
“Sepak terjang mereka tercatat telah beraksi di sedikitnya 12 tempat kejadian perkara (TKP) berbeda di wilayah hukum Polresta Karawang sepanjang tahun 2026,” kata Mario saat memberikan keterangan pers di Mapolresta Karawang, Jumat (18/9/2026).
Mario menjelaskan, para pelaku biasanya mencari korban di kawasan pematang sawah yang minim aktivitas. Beberapa lokasi yang mereka sasar berada di Cilamaya, Cilebar, Telagasari, Ranggon hingga kawasan Jalan Baru.
Dari 12 lokasi tersebut, komplotan itu membawa kabur puluhan sepeda motor matik dengan berbagai merek dan jenis. Salah satu aksi mereka terjadi pada Selasa, 14 Juli 2026 sekitar pukul 02.30 WIB. Saat itu, pelaku menyasar Tarwan (55), buruh harian lepas asal Ciasem, Subang, ketika korban melintas di jalan pematang sawah yang menghubungkan Desa Bayur Kidul dengan Kiara Dusun Kecemek, Kecamatan Cilamaya Kulon, Karawang.
Tiga pelaku yang mengendarai sepeda motor kemudian mendekati kendaraan korban. Mereka memepet motor Tarwan hingga salah satu pelaku menendang kendaraan tersebut. Akibatnya, korban terjatuh ke dalam parit di sisi jalan.
Setelah korban kehilangan kendali dan tidak berdaya, salah satu pelaku mengacungkan golok untuk mengintimidasi korban. Pelaku kemudian membawa kabur sepeda motor Honda Beat warna hitam milik Tarwan.
Sementara itu, pelaku lainnya mengikuti dari belakang menggunakan sepeda motor yang mereka gunakan sebagai kendaraan operasional. Kapolresta Karawang Kombes Mario Prahatinto menegaskan polisi akan terus menindak pelaku kejahatan jalanan yang mengancam keselamatan masyarakat.
“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan patroli serta pengamanan di titik-titik rawan aksi pembegalan,” ujarnya.
