(Doc-Tirtoid)
Teheran, bukaberita.co.id – Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan negaranya kini menghadapi perang skala penuh dengan Amerika Serikat (AS). Pernyataan tersebut ia sampaikan dalam rapat Dewan Yudisial Tertinggi Iran pada Senin (21/7).
“Kenyataannya adalah bahwa saat ini Republik Islam Iran terlibat dalam perang skala penuh. Perang saat ini bukan hanya perang rudal; musuh telah menyimpulkan bahwa mereka tidak dapat memaksa rakyat Iran untuk menyerah melalui serangan militer,” katanya.
Dalam pernyataannya, Pezeshkian menilai tekanan terhadap Iran tidak hanya berlangsung di medan militer. Tetapi juga menyasar sektor ekonomi yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat.
“Perekonomian dan mata pencaharian rakyat adalah arena konfrontasi terpenting dengan musuh,” imbuhnya.
Presiden Iran itu juga mengingatkan bahwa konflik berkepanjangan dengan Amerika Serikat dapat memicu persoalan ekonomi dan sosial yang semakin serius. Menurutnya, pemerintah harus mampu menjaga kondisi masyarakat agar tekanan ekonomi tidak berkembang menjadi krisis sosial.
“Tidak dapat kita terima untuk hidup dalam masyarakat di mana orang-orang berjuang dengan masalah mata pencaharian, pengangguran, kemiskinan dan kesulitan,” kata Pezeshkian.
Ia menambahkan bahwa memburuknya kondisi ekonomi berpotensi menggerus kepercayaan masyarakat terhadap negara apabila pemerintah gagal mengatasinya.
“Jika tekanan ekonomi menimbulkan ketidakpuasan sosial dan ketidakpuasan itu menyebar, modal sosial yang sangat besar yang diciptakan oleh rakyat untuk mendukung sistem tersebut dapat rusak,” imbuhnya.
Sejak perang pecah, Iran menghadapi tekanan ekonomi yang semakin berat. Tingkat pengangguran terus meningkat, sementara nilai mata uang negara itu melemah hingga menyentuh level terendah. Data resmi pada Juni 2026 juga menunjukkan inflasi tahunan Iran telah mencapai 88 persen.
