(Doc-Tirtoid)
Jakarta, bukaberita.co.id – Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) Jakarta Utara menjatuhkan sanksi kepada seorang pengemudi truk sampah di Kecamatan Cilincing. Pengemudi itu terbukti mengambil sisa bahan bakar minyak (BBM) dari kendaraan operasional milik pemerintah.
Kasus tersebut mencuat setelah sebuah video yang memperlihatkan aksi pengambilan BBM beredar luas di media sosial pada Jumat (10/7/2026). Menindaklanjuti video itu, Sudin LH Jakarta Utara langsung melakukan pemeriksaan terhadap pengemudi yang bersangkutan.
Kepala Seksi Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 (PSLB3) Sudin Lingkungan Hidup Jakarta Utara, Ardiyanto, mengatakan hasil pemeriksaan menunjukkan pengemudi mengakui perbuatannya. “Berdasarkan hasil pemeriksaan, pengemudi truk sampah Satuan Pelaksana Lingkungan Hidup Kecamatan Cilincing dengan nomor kendaraan 0423 U mengakui telah mengambil sekitar 20 hingga 25 liter sisa BBM operasional menggunakan selang,” tulisnya, Senin (13/7).
Sudin LH kemudian memanggil pengemudi tersebut secara resmi. Kemudian melakukan pemeriksaan lanjutan pada Sabtu (11/7/2026) untuk memastikan kronologi serta bentuk pelanggaran yang ia lakukan.
“Begitu video tersebut beredar, kami langsung melakukan investigasi dan memanggil pengemudi yang bersangkutan secara resmi. Pemeriksaan intensif berlangsung pada Sabtu (11/7) agar fakta dan bentuk pelanggarannya dapat kita pastikan secara objektif,” ujar dia.
Setelah menyelesaikan proses pemeriksaan, Sudin LH menjatuhkan sanksi berupa Tuntutan Ganti Rugi (TGR) sebesar Rp5 juta serta Surat Peringatan (SP) 1 kepada pengemudi tersebut. Ardiyanto menegaskan pihaknya tidak akan memberikan toleransi terhadap penyalahgunaan aset maupun fasilitas operasional milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
“Kami tidak menoleransi segala bentuk penyalahgunaan aset dan fasilitas operasional Pemprov DKI Jakarta. Setiap pelanggaran akan kita tindak sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tutur Ardiyanto.
Ke depannya, Sudin LH Jakarta Utara akan memperketat pengawasan penggunaan BBM kendaraan operasional. Langkah tersebut berlangsung melalui pembinaan dan evaluasi terhadap seluruh pengemudi agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
“Kami ingin memastikan operasional pengangkutan sampah tetap berjalan baik, transparan, dan akuntabel. Serta, penggunaan setiap liter BBM secara tepat sasaran,” tambah dia.
