(Doc-Istimewa)
Karawang, bukaberita.co.id – Pada Senin (25/5/2026), Komisi II DPRD Kabupaten Karawang melaksanakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Forum Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. Perwakilan desa se-Kabupaten Karawang ini bertujuan untuk membahas kejelasan mekanisme pengelolaan. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk memperoleh transparansi anggaran program Kopdes Merah Putih atau KDMP.
Program yang tengah berjalan di sejumlah desa tersebut kini menuai perhatian serius. Terutama, terkait dengan sistem operasional gerai, gudang, hingga adanya potongan anggaran dana desa. Di mana, para pengurus tingkat desa mempertanyakan hal tersebut.
Dalam pertemuan tersebut, Forum KDMP menyampaikan aspirasinya mengenai ketidakjelasan sistem operasional gerai. Selain itu, Forum KDMP juga menyampaikan terkait gudang yang pembangunannya bersumber dari anggaran dana desa. Sebagai pihak yang mengelola program di tingkat terbawah, para perwakilan desa menuntut transparansi mengenai besaran anggaran yang terpotong. Serta, ke mana alokasi penggunaan dana tersebut.
(Doc-Istimewa)
Ketua Komisi II DPRD Karawang, Mumun Maemunah, membenarkan adanya desakan dari para perwakilan desa terkait kejelasan regulasi dan aliran dana program ini. “Forum KDMP ingin ada kejelasan terkait mekanisme operasional gerai dan gudang yang sudah dibangun dari dana desa. Mereka juga mempertanyakan potongan anggaran dan penggunaannya,” ujarnya.
Persoalan ini menjadi krusial mengingat proyek pengadaan gerai dan gudang KDMP melibatkan ratusan desa di Karawang. Berdasarkan data resmi dari Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Karawang, progres pembangunan fisik KDMP saat ini terbagi menjadi tiga tahap. Selesai bangun 48 unit,
dalam tahap pembangunan 81 unit dan sebanyak sekitar 180 unit belum terealisasikan.
Mengingat masih ada ratusan unit gerai yang belum terealisasikan, Komisi II DPRD Karawang berharap agar permasalahan pengelolaan anggaran dan kejelasan operasional ini dapat segera diselesaikan. Langkah ini penting pihaknya lakukan agar pembangunan KDMP ke depan tidak terhambat dan benar-benar memberikan dampak ekonomi yang positif bagi masyarakat desa.
