Senin, Mei 18, 2026
BerandaPERISTIWAKAI Daop 1 Targetkan Penutupan 40 Perlintasan Liar di Jakarta

KAI Daop 1 Targetkan Penutupan 40 Perlintasan Liar di Jakarta

(Doc-nixnews)

Jakarta Selatan, bukaberita.co.id – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 1 Jakarta menutup perlintasan sebidang liar di kawasan RT 01 dan RT 03 yang berada di jalur antara Stasiun Cawang dan Stasiun Tebet, Jakarta Selatan. Penutupan dilakukan sebagai upaya meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api sekaligus mengurangi risiko kecelakaan di perlintasan ilegal tersebut.

Humas PT Kereta Api Indonesia Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, mengatakan pihaknya telah melakukan sosialisasi kepada warga sebelum penutupan dilakukan. “Kami tutup untuk keselamatan perjalanan kereta api dan warga masyarakat,” kata Franoto saat dihubungi, Kamis (14/5/2026).

Sementara itu, Deputi 2 KAI Daop 1 Jakarta, Deddy Hendrady, menjelaskan bahwa penutupan perlintasan liar merupakan program rutin yang dijalankan setiap tahun oleh KAI. “Sebenarnya kita udah punya program setiap tahun ada penutupan penutupan liar karena dari pengalaman setiap hari nih hampir ada tabrakan, orang-orang nabrak kereta. Karena ini juga perlu informasikan ke media, di internal kita kalau ada motor ditabrak kereta kendaraan, orang. Itu adalah kebalikannya, orang yang nabrak kereta karena kereta nggak bisa ngindar gitu ya,” kata Deddy.

Menurut Deddy, KAI mendapat target dari pusat untuk menutup sekitar 40 perlintasan liar yang memiliki lebar kurang dari dua meter dan tidak memiliki penjaga. “Dari pusat kita ditugaskan untuk menyelesaikan sekitar 40 perlintasan liar yang dimana lebarnya kurang dari 2 meter tidak ada penjaga dan akan kita tutup untuk keselamatan operasional kereta khususnya,” imbuhnya.

Di sisi lain, pihak kelurahan juga telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait kebijakan tersebut. Kasipem Kebon Baru, Tebet, Samtopri, mengajak warga mendukung penertiban perlintasan liar demi keselamatan bersama.

“Nanti setelah program ini berjalan, mari kita dukung, mari kita bantu terutama PT KAI dalam menertibkan lintasan-lintasan pejalan kaki dan sepeda motor yang ada di Kebon Baru ini,” kata Samtopri.

Meski mendukung penutupan, Samtopri berharap masih ada satu akses perlintasan resmi yang dapat digunakan warga untuk mobilitas sehari-hari. “Saya berharap masih ada yang disisakan satu. Karena ini aksesnya masyarakat, terutama dari warga Kebon Baru yang ke Puskesmas, yang ke Kecamatan, dan ke jalur-jalur yang lain. Jadi harapan kami ya paling tidak ada satu perlintasan nanti yang bisa diakui atau terdaftar di PT KAI, supaya perlintasan ini bisa dipergunakan masyarakat,” jelasnya.

“Karena kalau semuanya ditutup, ini sangat merepotkan. Karena warga harus memutar dari Gudang Peluru, jauh. Mudah-mudahan diberikan satu akses yang terdaftar untuk perlintasan yang bermanfaat untuk warga,” imbuhnya.

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments