Selasa, Mei 12, 2026
BerandaNASIONALMendag Akui MinyaKita Langka di Pasaran, Distribusi Difokuskan ke Papua

Mendag Akui MinyaKita Langka di Pasaran, Distribusi Difokuskan ke Papua

(Doc-Istimewa)

Jakarta, bukaberita.co.id – Menteri Perdagangan Budi Santoso mengakui adanya kelangkaan minyak goreng merek MinyaKita di sejumlah wilayah. Kondisi tersebut disebut terjadi karena distribusi produk saat ini diprioritaskan untuk wilayah Papua.

Menurut Budi, distribusi MinyaKita yang merupakan bagian dari program domestic market obligation (DMO) tengah difokuskan ke kawasan timur Indonesia. Meski demikian, ia memastikan masyarakat masih dapat memperoleh minyak goreng merek lain dengan kualitas yang setara.

Budi meminta masyarakat tidak hanya bergantung pada MinyaKita karena produk tersebut memang diperuntukkan bagi kalangan menengah ke bawah dan penjualannya difokuskan melalui pasar rakyat, bukan ritel modern.

“Memang peruntukannya seperti itu, tapi kadang-kadang orang larinya ke MinyaKita karena kualitasnya hampir sama dengan yang lain. Padahal itu peruntukannya untuk menengah ke bawah, ya,” kata Budi di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (10/5/2026).

Selain membahas kelangkaan, Kementerian Perdagangan juga tengah mengkaji rencana penyesuaian harga eceran tertinggi (HET) MinyaKita. Budi menyebut harga produk tersebut sudah bertahan hampir tiga tahun tanpa perubahan.

Ia menjelaskan, kenaikan harga crude palm oil (CPO) atau minyak kelapa sawit mentah serta meningkatnya biaya distribusi menjadi pertimbangan utama dalam evaluasi HET MinyaKita. “Terus, struktur pembiayaan, termasuk distribusi [minyak goreng], kan semua naik. Jadi, kita inginnya melihat kembali HET MinyaKita. Ya, jangan sampai kita tidak menyesuaikan dengan kondisi yang ada,” ujarnya.

Pemerintah saat ini masih membahas kemungkinan penyesuaian harga tersebut agar tetap sesuai dengan kondisi pasar dan biaya distribusi yang terus meningkat.

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments