(Doc-nixnews)
Bekasi, bukaberita.co.id – Aparat kepolisian tengah mendalami peran seorang sopir taksi Green SM dalam rangkaian kejadian yang berujung pada tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Bekasi Timur. Sopir tersebut saat ini telah diamankan dan diperiksa di Polres Metro Bekasi Kota, sebagaimana disampaikan Kompol Sandhi Wiedyanoe dari Korlantas Polri.
“Pengemudi sudah diamankan di Polres Metro Bekasi Kota untuk dilakukan pendalaman lebih lanjut oleh Kasat Lantas,” katanya.
Menurutnya, insiden bermula dari mobil listrik yang mengalami korsleting di perlintasan tanpa palang pintu. Kendaraan tersebut kemudian tertabrak KRL dari arah Cikarang, sehingga mengganggu perjalanan kereta lainnya.
“Kecelakaan yang melibatkan kereta api dengan kendaraan mobil listrik sebenarnya hanya rugi material. Namun akibatnya, perjalanan kereta api lainnya terganggu, KRL yang menunggu proses evakuasi,” ujarnya.
Situasi ini diduga tidak segera terkomunikasikan secara utuh kepada kru KA Argo Bromo Anggrek yang tengah melaju kencang. Akibatnya, tabrakan pun tak terhindarkan.
“Akibat kurangnya informasi dan koordinasi tersebut, terjadilah tabrakan di stasiun Bekasi Timur lebih tepatnya yang mengakibatkan beberapa korban meninggal dunia,” jelasnya.
Saat ini, penyidik masih melakukan analisis menggunakan metode Traffic Accident Analysis (TAA) guna mengungkap penyebab pasti kecelakaan tersebut. “Tujuannya apa, Tujuannya untuk memudahkan penyidik laka lantas Polri dalam rangka membuat terang sebuah tindak pidana kejahatan lalu lintas,” tutupnya.
