Karawang, bukaberita.co.id. – Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM) saat ini mendapatkan subsidi bantuan dari pemerintah berupa bantuan sarana dan prasarana usahanya demi meningkatkan kualitas usaha tersebut.
Sejatinya, upaya tersebut merupakan bukti hadirnya pemerintah untuk meningkatkan perekonomian masyarakat di level bawah.
Namun sangat di sayangkan, jika program yang baik tersebut, tidak terakselerasi dengan baik.
Sehingga masyarakat tidak mengetahui secara jelas, program yang bagus tersebut.
Hal itu dikatakan oleh tokoh masyarakat yang juga sebagai pengurus dari lembaga swadaya masyarakat Lodaya kecamatan Tegalwaru Kabupaten Karawang, Agung.
Ia mengaku kecewa program yang bagus itu tidak tersampaikan dengan sebaik-baiknya ke masyarakat.
Ia yang berdomisili di wilayah Desa Cintalanggeng Kecamatan Tegalwaru Kabupaten Karawang mengaku kecewa dengan tidak terakselerasi dengan baik program itu.
Agung mengaku, jika program bantuan pemerintah bagi sektor UMKM di wilayah tersebut tidak tersampaikan dengan baik di masyarakat.
Buktinya, ungkap Agung bahwa hanya aparatur pemerintahan desa saja yang bisa menikmati program itu.
“Ya percuma sekali jika bantuan yang bagus itu tidak tersampaikan dengan baik di lapangan, jika penikmat nya hanya aparatur desa saja ya percuma dong, ” Ucap Agung.
Agung menegaskan, sudah seharusnya aparatur desa bisa menyampaikan program yang baik itu sampai ke level masyarakat di pelosok.
“Agar masyarakat di pelosok bisa menikmati program itu dengan sebaik-baiknya, ” harap Agung.
Tanggapi hal itu, saat di konfirmasi. Sekretaris desa Cintalanggeng, Ade mengaku bahwa program tersebut di sampaikan ke pemerintah Desa Cintalanggeng melalui pak Adi yang merupakan kepanjangan tangan dari pemerintah.
Ade mengaku, program yang di usung oleh dari DinkopUMKM itu bernama pak Adi bahwa setiap usaha akan di beri bantuan berupa sarana.
Dan ia pun menjelaskan bahwa saat ini di wilayah desa Cintalanggeng ada 22 orang warga yang sudah mengajukan program UMKM tersebut.
Hanya saja, sambung Ade harus mempunyai surat Nomor Induk Berusaha atau bisa di sebut NIB.
“Nah, yang menyampaikan program tersebut adalah pak Adi. Dan menurut beliau usaha yang di utamakan harus punya NIB, ” ucapnya.
Ketika di konfirmasi terkait, kenapa program yang baik itu tidak tersampaikan hingga ke masyarakat pelosok secara detail.
Ade mengaku, bahwa pihaknya menyampaikan pesan tersebut di saat momentum rapat mingguan desa.
“Nah, saya tidak memahami kenapa tidak tersampaikan sampai ke masyarakat secara detail, ” Ucapnya.
Ketika redaksi coba mengkonfirmasi perihal tersebut kepada salah satu orang di Dinkopumkm Karawang, Yeni menjelaskan bahwa personal yang menyampaikan program itu kemungkinan dari pendamping desa.
“Kalau program tersebut memang ada, kalau ga salah bantuannya sebesar lima juta hanya dalam bentuk barang. Dan itu di peruntukan untuk UMKM, ” Ucapnya singkat.
Yeni pun mengatakan, jika penjelasan akan di lanjutkan kebetulan ia tengah menerima tamu saat di konfirmasi melalui sambungan telepon. (Faizal)
